Usulan Singkong Jadi Komoditas Penerima Subsidi, Pupuk Indonesia Berikan Respons Positif

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 10:30 WIB
Suasana acara Forum Group Discussion (FGD) "Strategi Peningkatan Produktivitas Singkong dan Kebijakan Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Petani" di Palembang, Selasa (8/10/2024). (DOK.Pupuk Indonesia)
Suasana acara Forum Group Discussion (FGD) "Strategi Peningkatan Produktivitas Singkong dan Kebijakan Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Petani" di Palembang, Selasa (8/10/2024). (DOK.Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi dengan mengidentifikasi komoditas pertanian strategis, salah satunya singkong.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh (paling kiri dalam gambar) dalam acara Forum Group Discussion (FGD) "Strategi Peningkatan Produktivitas Singkong dan Kebijakan Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Petani" di Palembang, Selasa (8/10/2024).

Tri Wahyudi menjelaskan bahwa dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024 terdapat sembilan komoditas sebagai penerima pupuk bersubsidi.

Baca Juga: Tempat-tempat Wisata yang Wajib Masuk List Itinerary Liburan 3 Hari 2 Malam di Banyuwangi

Hal itu terdiri dari padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao.

Sementara itu, pada awal tahun 2024 Pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari alokasi awal 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.

"Kebijakan penambahan volume ini diperlukan upaya optimalisasi dalam meningkatkan serapannya. Optimalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi komoditas-komoditas strategis daerah yang berpotensi mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga: Intip Fasilitas Super Mewah Kereta Suit Class Compartment KAI, Ada Kursi dengan Fasilitas Pijat hingga Menu Ala Fine Dining Restoran

"Harapannya berdampak terhadap optimalisasi serapan pupuk bersubsidi, nilai ekonomi dan peningkatan produktivitas pertanian," ujar Tri Wahyudi.

Ia menambahkan, singkong yang juga dikenal sebagai ubi kayu dapat dikategorikan sebagai komoditas alternatif pangan yang memiliki kandungan karbohidrat setara beras.

Indonesia sendiri menduduki urutan kelima sebagai negara produsen singkong terbesar di dunia, dengan total produksi 18,3 juta ton (2020).

Baca Juga: PHE Gelar Kegiatan Peduli Pendidikan di Provinsi Maluku, Dukungan untuk Masa Depan

Dari produksi tersebut memasok 87 persen untuk kebutuhan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini