Kabar BUMN - Lapangan-lapangan minyak besar di Wilayah Kerja Rokan yang kini dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina telah beroperasi selama beberapa dekade.
PHR terus melakukan berbagai inisiatif untuk memperpanjang usia produktif lapangan tersebut.
Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi penurunan produksi secara alami, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional serta meningkatkan perolehan minyak.
Ikhtiar tersebut dilakukan dengan berbagi cara.
Mulai dari pengembangan lapangan baru, melakukan berbagai inisiatif inovasi proses, hingga metode analisa data sumur yang lebih komprehensif menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Seluruh inisiatif dimaksud tentu berbekal data lapangan dan sumur eksisting.
PHR memiliki laboratorium geologi yang menyimpan sekitar 17 ribu sampel batuan pengeboran sumur (Core Sampel), dari lebih 80 lapangan minyak di Wilayah Kerja Rokan.
Core Sampel tertua yang disimpan di Rumbai Geology Laboratory adalah sampel dari Sumur Sebanga#1, yang dibor sekitar tahun 1938.
“Core lab adalah ibunya data lapangan minyak. Sumber informasi paling akurat dan terpercaya bagi industri minyak dan gas.
Baca Juga: Pertamina Eco RunFest 2024: Acara Lari Karbon Netral Pertama di Indonesia
"Semua keputusan strategis, mulai dari eksplorasi hingga produksi, bergantung pada data yang diperoleh dari core lab ini,” ujar Senior Biostratigrapher Satia Graha, yang mengelola laboratorium geologi PHR.
Satia menambahkan bahwa ketika terjadi masalah pada sumur minyak, seperti penyumbatan atau penurunan produksi, core lab dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya.
Artikel Terkait
Siaga Terpadu, PHR Gelar Latihan Gabungan Atasi Situasi Darurat di Pelabuhan Dumai
PHR Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi Teknologi Migas i-TERM
PHR Raih Indonesia Best Business Transformation Award 2024 dari Majalah SWA
Tonggak Baru Pengembangan Migas Non-Konvensional di WK Rokan oleh PHR
Capaian Mengesankan PHR, Dua Sumur ‘Big Hitter’ Ditemukan