"Misalnya, saat dilakukan aktivitas pengeboran sumur di lapangan, maka rig bisa fokus melakukan drilling pada lokasi yang diprediksi tidak hujan.
Baca Juga: PHR Raih Indonesia Best Business Transformation Award 2024 dari Majalah SWA
"Kalaupun terjadi hujan di hampir seluruh Lokasi, rig akan fokus pada lokasi dengan intensitas hujan rendah,” ujar Tujuan.
Tujuan menambahkan, prediksi cuaca juga sangat membantu dalam memprediksi banjir dan menyelaraskan dengan data pengukuran muka air Sungai.
Sehingga pit air yang terproduksi bisa termonitor dan tidak meluap ketika hujan lebat tiba.
Baca Juga: PHR Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi Teknologi Migas i-TERM
Dalam beberapa kasus di tahun sebelumnya, pergerakan rig dan kegiatan produksi lainnya cukup terhambat ketika musim hujan tiba.
“Jika persoalan ini bisa diatasi, maka jadwal kegiatan Major Capital Project atau proyek yang menjadi prioritas utama PHR akan selaras dengan informasi prakiraan cuaca yang diterima dari BMKG,” pungkas Tujuan.
Sementara, bagi BMKG dinamika cuaca di area produksi membutuhkan kecepatan arus informasi.
Baca Juga: Efisiensi Pemboran di Lapangan Bangko, PHR Hemat Miliaran Rupiah
“Kolaborasi ini bisa diharapkan memberikan prakiraan cuaca dan peringatan dini yang akurat sehingga mendukung aktivitas produksi di WK Rokan,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.***
Artikel Terkait
PHR Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi Teknologi Migas i-TERM
PHR Raih Indonesia Best Business Transformation Award 2024 dari Majalah SWA
Tonggak Baru Pengembangan Migas Non-Konvensional di WK Rokan oleh PHR
Capaian Mengesankan PHR, Dua Sumur ‘Big Hitter’ Ditemukan
Lab Geologi PHR, Menyongsong Kemajuan Pengembangan Sumur di Blok Rokan