Erick Thohir: Kerja Sama Antam - Freeport yang Diprakarsai MIND ID Berpotensi Hemat Cadangan Devisa Hingga 200 Triliun

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 8 November 2024 | 08:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara perjanjian jual beli logam antara Antam dan Freeport yang diprakarsai MIND ID, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2024). (Dok. Kementerian BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara perjanjian jual beli logam antara Antam dan Freeport yang diprakarsai MIND ID, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2024). (Dok. Kementerian BUMN)

Kabar BUMN - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong program hilirisasi.

Hilirisasi menyasar berbagai sektor strategis guna meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional.

Erick mengatakan hilirisasi bukan hanya bagian dari upaya untuk mengatasi ketergantungan pada impor, tapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global.

Baca Juga: Erick Thohir: BUMN dan Badan Gizi Berkolaborasi demi Akselerasi Swasembada Pangan RI

"Bapak Presiden Prabowo Subianto terus mendorong yang namanya hilirisasi, banyak program yang beliau teruskan hari ini, baik di rapat-rapat Menteri maupun pengarahan tadi pagi, atau waktu di Magelang," ujar Erick dalam acara perjanjian jual beli logam emas antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang diinisiasi oleh MIND ID di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2024).

Erick menyampaikan, Prabowo sangat mendorong Kabinet Merah Putih agar mampu menjalankan program swasembada energi, pangan, hilirisasi, kesehatan, pendidikan, bahkan penanggulangan illegal mining dan judi online yang juga menjadi perhatian pemerintah.

Erick menekankan, untuk menjadi bangsa yang mandiri, Indonesia perlu terus melakukan perbaikan atau improvement.

Baca Juga: Erick Thohir Dorong Penghapusan Kredit Macet UMKM di Himbara untuk Mendukung Program Presiden Prabowo

Erick juga menyebut hilirisasi bukan lagi opsi yang bisa ditawar.

"Hilirisasi adalah salah satu opsi yang tidak bisa ditawar.

"Kalau kita lihat data, misalnya untuk cadangan emas, kita itu nomor enam terbesar di dunia sekitar 2.600 Metric Ton, tapi untuk cadangan emas batangan, kita ada di peringkat 43 dunia," ucap Erick.

Baca Juga: Alih-alih Bangun Terminal 4 yang Makan Biaya Rp14 Triliun, Erick Thohir Lebih Pilih Renovasi 3 Terminal Soetta

Erick mengungkapkan, pentingnya efisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kerja sama ini, lanjut Erick, juga memberikan penghematan besar mengingat dapat mengikis ketergantungan Antam terhadap impor bahan baku logam mulia, terutama emas batangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini