Teknologi RPA ini telah mengotomatisasi lebih dari 60 proses dalam 44 proyek, yang menghasilkan penghematan sekitar 49.000 jam kerja atau setara dengan 23,78 Full-time Equivalent (FTE).
Aplikasi utamanya dalam penyusunan laporan Technical Completion Reporting (TCR) kini dapat disusun dengan lebih cepat dan akurat, berkontribusi pada pencapaian target operasional dengan produktivitas yang optimal.
Baca Juga: Buruan Serbu! Sensasi Kuliner Asia di Festival Cibubur Junction Masih Dibuka hingga 17 November 2024
PHR juga mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai aplikasi, salah satunya adalah e-state & AI News Crawler yang memfasilitasi pemantauan isu secara cepat dan responsif.
Selain itu, teknologi AI ini digunakan dalam pemantauan kinerja pompa, di mana kemampuan prediksi yang ditingkatkan mampu mengidentifikasi pompa yang melemah hingga 20 hari lebih cepat.
Hal ini memungkinkan perbaikan proaktif dan mengurangi risiko penurunan produksi, serta sekaligus mendukung peningkatan efisiensi.
Baca Juga: PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75% Energi Terbarukan pada 2040
“Dengan transformasi digital ini, Pertamina Hulu Rokan tidak hanya menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi di sektor energi tetapi juga menunjukkan komitmen kami dalam mencapai target produksi dan menjaga keberlanjutan energi bagi Indonesia.
"Inovasi-inovasi ini memberikan dampak nyata yang sangat positif, baik dalam produktivitas maupun keselamatan operasional, dan kami siap untuk terus mendorong kemajuan ini demi kepentingan bangsa,” pungkas Triatmojo.***
Artikel Terkait
Capaian Mengesankan PHR, Dua Sumur ‘Big Hitter’ Ditemukan
Lab Geologi PHR, Menyongsong Kemajuan Pengembangan Sumur di Blok Rokan
Kolaborasi dengan BMKG, PHR Siap Produktif di Berbagai Kondisi Cuaca
Forum Inovasi 2024: PHR Regional Sumatera Genjot Penciptaan Nilai hingga Rp 39 Triliun
PHR Apresiasi Pahlawan Lingkungan dari Rimba Riau