PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi Green Enabling Transmission Line sepanjang 70 ribu kilometer sirkuit untuk menyalurkan listrik hijau dari sumber-sumber EBT di daerah terpencil ke pusat-pusat permintaan listrik.
Baca Juga: PERURI dan Indonesia Re Dukung Pendidikan Putra-Putri TNI POLRI di Banten melalui Program Beasiswa
PLN juga berencana menerapkan teknologi Smart Grid untuk mengoptimalkan sistem kelistrikan nasional yang bisa mengatasi intermitensi dari sumber-sumber EBT.
Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Menurut Evy, pembangunan infrastruktur ini akan menciptakan efek domino bagi perekonomian, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong industri berkelanjutan seperti produsen PLTS dan baterai untuk berkembang.
Baca Juga: Pertamina Genjot Kapasitas Pembangkit Panas Bumi untuk Mendukung Transisi Energi Nasional
Evy juga menyoroti potensi besar EBT di wilayah Indonesia bagian timur, terutama dengan adanya rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti di Sorong, Timika, dan Raja Ampat.
Menurut Evy, pengembangan kapasitas pembangkit di Papua, yang diperkirakan dapat mencapai satu gigawatt, berpotensi meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah tersebut hingga 240%.***
Artikel Terkait
Optimalkan Produksi PLTA, PLN Nusantara Power Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca di Minahasa
PT PLN Batam Buka Lowongan Magang, Ada Benefit Uang Saku Rp125 Ribu Per Hari dan Sertifikat Resmi Kementerian BUMN
PLN Dorong Kolaborasi Global di COP29 Azerbaijan untuk Capai Swasembada Energi Berkelanjutan
PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75% Energi Terbarukan pada 2040
PLN Bahas Inisiatif dan Strategi Pembiayaan Transisi Energi di COP29 Azerbaijan