Proyek ini diperkirakan dapat menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas sebesar 1.400 kilowatt (kw). Lalu berpotensi dikembangkan pada bidang pariwisata dan agrowisata.
"Warga dapat merasakan manfaat lain dari Bendungan Jragung, karena kami membuat kawasan di sekitar proyek menjadi area hijau dan menarik untuk dikunjungi. Masyarakat dilibatkan pula dalam penanaman buah di sana," tuturnya.
Sebagai informasi, Bendungan Jragung mulai dikerjakan pada akhir 2020 melalui tiga paket pekerjaan. Paket I dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 806,3 miliar.
Proyek ini merupakan salah satu dari 61 bendungan yang dibangun pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selama periode 2015-2025.
"Waskita pun tengah mengerjakan sejumlah PSN bendungan seperti Jlantah, Karangnongko, dan Cibeet," jelas Dhetik.***
Artikel Terkait
Langkah Strategis Dukung Kedaulatan Pangan Nasional, Brantas Abipraya Bangun Bendungan Mbay
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Margatiga Garapan Waskita Karya, Dukung Lumbung Pangan di Kawasan Lampung
Presiden Joko Widodo Meresmikan Bendungan Temef yang Dikerjakan Waskita Karya
Hutama Karya Targetkan Bendungan Meninting Rampung Akhir Tahun 2024, Progres Pembangunan Sudah Capai 87%
Bendungan Jlantah di Karanganyar Hampir Rampung, Waskita Karya: Bendungan Dapat Mengairi 1.494 Hektare Lahan Persawahan
Brantas Abipraya Tingkatkan Kualitas Proyek Bendungan Bener dengan Sertifikasi K3