Jaket WPS-4 Meluncur, Tonggak Awal PT Pertamina Hulu Mahakam di Proyek Sisi Nubi AOI

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 16 November 2024 | 12:30 WIB
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melaksanakan seremoni Sail Away Jacket pertama, yakni jaket WPS-4, Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) di lapangan PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Riau. (DOK.PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM))
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melaksanakan seremoni Sail Away Jacket pertama, yakni jaket WPS-4, Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) di lapangan PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Riau. (DOK.PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM))

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah melaksanakan seremoni Sail Away Jacket pertama, yakni jaket WPS-4 untuk Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) beberapa waktu lalu.

Didukung PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan, serta SKK Migas, acara ini digelar di lapangan PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Selasa (5/11).

Kegiatan Sail Away Jacket pada proyek ini menjadi tahapan lanjutan dari  first cut of steel yang telah dilakukan pada Februari 2024 lalu.

Baca Juga: PHE ONWJ dan Dinas Kehutanan Jawa Barat Jaga Alam Pesisir dengan Teknologi Tepat Guna

Proyek SNB AOI merupakan proyek pengembangan lapangan lepas pantai (offshore) Sisi Nubi, 25 km lepas pantai dari Delta Mahakam di wilayah operasi PHM di Kalimantan Timur dengan kedalaman air mencapai 60-80 meter.

Dalam sambutannya, Senior Manager Projects PHM, Faisal Akbar mengatakan bahwa proyek SNB AOI merupakan proyek penting untuk mendukung peningkatan produksi gas dan minyak (condensate) PHM.

Proyek ini dirancang dengan kapasitas desain rata-rata 30 MMSCFD (juta standar kaki kubik) per hari per anjungan dengan target mulai pada akhir tahun 2025.

Baca Juga: IFG Berikan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

“Proyek ini adalah proyek pembangunan anjungan yang sangat kompleks terdiri dari fabrikasi dan instalasi enam anjungan baru, pekerjaan modifikasi tiga anjungan eksisting.

"termasuk pekerjaan pemasangan pipa penyalur bawah laut sekitar 22 km, serta pekerjaan bawah laut dengan tingkat risiko sangat tinggi,” jelas Faisal.

Dari sisi rancangan, anjungan SNB AOI menerapkan rancangan anjungan ultra-minimalis.

Baca Juga: Gampang Banget! Refund Tiket Perjalanan Sekarang Bisa Pakai DAMRI Apps

Anjungan tersebut memiliki berat paling ringan dibandingkan anjungan-anjungan terdahulu, bentuk rancangan yang tipikal untuk keseluruhan enam anjungan, dan mengaplikasikan teknologi panel surya sebagai salah satu sumber dayanya.

Pada kesempatan terpisah, General Manager PHM Setyo Sapto Edi menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam kegiatan pengeboran eksploitasi dan eksplorasi guna mendukung pencapaian target produksi migas nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini