PGE Hadiri Forum Internasional New Zealand Geothermal Workshop 2024, Tekankan Posisi Indonesia sebagai Raksasa Energi Hijau Dunia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 22 November 2024 | 09:00 WIB
Direktur Utama PGE Julfi Hadi saat menjadi keynote speaker dalam sesi utama New Zealand Geothermal Workshop 2024, Auckland, Rabu (20/11/2024). (Dok. PGE)
Direktur Utama PGE Julfi Hadi saat menjadi keynote speaker dalam sesi utama New Zealand Geothermal Workshop 2024, Auckland, Rabu (20/11/2024). (Dok. PGE)

Kabar BUMN – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) berpartisipasi dalam ajang New Zealand Geothermal Workshop (NZGW) 2024 di Auckland, Selandia Baru pada 19-22 November 2024.

Partisipasi ini merupakan wujud komitmen PGE dalam mendukung transisi energi global.

Pada ajang tersebut, Direktur Utama PGE Julfi Hadi turut menjadi keynote speaker dalam sesi utama pada Rabu (20/11), bertema “Geothermal Development in Indonesia: Current and Future Directions”.

Baca Juga: Targetkan Swasembada Energi Indonesia, PGE Jalin Kolaborasi Strategis dengan Universitas Pertamina dan University of Auckland

Julfi di ajang itu berbagi wawasan strategis tentang bagaimana Indonesia, sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, mampu memainkan peran kunci dalam transisi energi global dan mengukuhkan posisinya sebagai raksasa energi hijau dunia.

Julfi Hadi menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki potensi energi panas bumi sebesar 24 GW, namun hingga saat ini, baru sekitar 10% yang dimanfaatkan.

Sebagai satu-satunya energi terbarukan dengan karakteristik baseload, panas bumi memiliki peran vital untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional dalam sistem kelistrikan, mendukung pencapaian target Net Zero Emissions 2060, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Peran Panas Bumi dalam Transisi Energi dan Solusi Krisis Iklim: Langkah Strategis PGE di COP 29

“Sebagai negara yang terletak di kawasan cincin api, Indonesia dianugerahi sumber daya panas bumi kelas dunia yang mampu menjadi tulang punggung transisi energi.

"Dengan pendekatan yang lebih strategis dalam pengembangan energi panas bumi, Indonesia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada solusi energi hijau global,” ujar Julfi Hadi.

Julfi Hadi juga menekankan posisi strategis PGE sebagai penggerak utama, atau main engine, dalam upaya mencapai swasembada energi Indonesia.

Baca Juga: Menyemai Inovasi, PGE Lahendong dan Fakultas Teknik UGM Panen Perdana Tomat dengan Pupuk Silika Katrili

Untuk memaksimalkan potensi cadangan 3 GW yang dimiliki, PGE mengadopsi paradigma baru pengembangan panas bumi dengan pendekatan yang lebih efisien dan inovatif untuk mengurangi biaya dan risiko, sekaligus mempercepat proses dari eksplorasi hingga operasi komersial yang lebih kompetitif secara ekonomi.

Lebih lanjut, Julfi Hadi menjelaskan bahwa PGE saat ini fokus pada tiga strategi utama untuk mempercepat pengembangan kapasitas panas bumi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini