PGE Hadiri Forum Internasional New Zealand Geothermal Workshop 2024, Tekankan Posisi Indonesia sebagai Raksasa Energi Hijau Dunia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 22 November 2024 | 09:00 WIB
Direktur Utama PGE Julfi Hadi saat menjadi keynote speaker dalam sesi utama New Zealand Geothermal Workshop 2024, Auckland, Rabu (20/11/2024). (Dok. PGE)
Direktur Utama PGE Julfi Hadi saat menjadi keynote speaker dalam sesi utama New Zealand Geothermal Workshop 2024, Auckland, Rabu (20/11/2024). (Dok. PGE)

Pertama, PGE terus berinovasi dengan mengadopsi teknologi terkini seperti electrical submersible pumps (ESP), sistem power plant binary, dan sumur multilateral guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat penyelesaian proyek-proyek pengembangan.

Baca Juga: Kontribusi di Sektor ESDM, PGE Raih 2 Penghargaan Dharma Karya Muda di Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-79

Langkah ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target nasional kapasitas terpasang panas bumi sebesar 10,5 GW pada 2035, yang memerlukan penambahan kapasitas hingga 700-800 MW setiap tahun.

Kedua, PGE memaksimalkan manfaat panas bumi melalui diversifikasi bisnis hijau, termasuk pengembangan pilot project hidrogen hijau di Ulubelu, Lampung, yang berpotensi memproduksi hingga 107 kg per hari untuk mendukung sektor transportasi dan industri petrokimia berkelanjutan.

Strategi ketiga, PGE memprioritaskan kolaborasi dengan mitra global sekaligus memperkuat kemampuan lokal, baik melalui transfer teknologi maupun program capacity building.

Baca Juga: PGE Kembali Gelar Geovation, Ajang Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Panas Bumi Berkelanjutan

Upaya ini mencakup pengembangan manufaktur domestik untuk peralatan utama seperti heat exchanger serta layanan operasional berbasis lokal, yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan proyek secara efisien.

Terkait program penguatan capacity building, PGE juga menandatangani kerja sama strategis dengan Universitas Pertamina dan University of Auckland di sela-sela kunjungan ke Selandia Baru, pada Rabu (20/11).

Selain kontribusi pada transisi energi, pengembangan panas bumi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk penciptaan peluang kerja dan mendorong hilirisasi industri hijau.

Baca Juga: PGE dan Chevron Siap Eksplorasi Panas Bumi di WKP Way Ratai Melalui PT Cahaya Anagata Energy (CAE)

“Energi panas bumi adalah silent hero dalam perjuangan melawan perubahan iklim.

"Dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki, Indonesia dapat memimpin transisi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Julfi Hadi.

Partisipasi PGE di forum internasional ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya menjadi pemain utama di sektor energi terbarukan nasional tetapi juga memperluas pengaruhnya di tingkat global.

Baca Juga: Perkuat Pengembangan Panas Bumi: PGE Galang Kolaborasi Lintas-Sektor di IIGCE 2024

Forum yang dihadiri para pakar dan praktisi dari berbagai negara ini menjadi wadah bagi PGE untuk memamerkan keunggulan Indonesia dalam pengelolaan panas bumi serta menjalin kemitraan strategis guna mendukung pengembangan energi hijau yang lebih luas.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini