Pertama, PGE terus berinovasi dengan mengadopsi teknologi terkini seperti electrical submersible pumps (ESP), sistem power plant binary, dan sumur multilateral guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat penyelesaian proyek-proyek pengembangan.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target nasional kapasitas terpasang panas bumi sebesar 10,5 GW pada 2035, yang memerlukan penambahan kapasitas hingga 700-800 MW setiap tahun.
Kedua, PGE memaksimalkan manfaat panas bumi melalui diversifikasi bisnis hijau, termasuk pengembangan pilot project hidrogen hijau di Ulubelu, Lampung, yang berpotensi memproduksi hingga 107 kg per hari untuk mendukung sektor transportasi dan industri petrokimia berkelanjutan.
Strategi ketiga, PGE memprioritaskan kolaborasi dengan mitra global sekaligus memperkuat kemampuan lokal, baik melalui transfer teknologi maupun program capacity building.
Baca Juga: PGE Kembali Gelar Geovation, Ajang Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Panas Bumi Berkelanjutan
Upaya ini mencakup pengembangan manufaktur domestik untuk peralatan utama seperti heat exchanger serta layanan operasional berbasis lokal, yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan proyek secara efisien.
Terkait program penguatan capacity building, PGE juga menandatangani kerja sama strategis dengan Universitas Pertamina dan University of Auckland di sela-sela kunjungan ke Selandia Baru, pada Rabu (20/11).
Selain kontribusi pada transisi energi, pengembangan panas bumi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk penciptaan peluang kerja dan mendorong hilirisasi industri hijau.
Baca Juga: PGE dan Chevron Siap Eksplorasi Panas Bumi di WKP Way Ratai Melalui PT Cahaya Anagata Energy (CAE)
“Energi panas bumi adalah silent hero dalam perjuangan melawan perubahan iklim.
"Dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki, Indonesia dapat memimpin transisi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Julfi Hadi.
Partisipasi PGE di forum internasional ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya menjadi pemain utama di sektor energi terbarukan nasional tetapi juga memperluas pengaruhnya di tingkat global.
Baca Juga: Perkuat Pengembangan Panas Bumi: PGE Galang Kolaborasi Lintas-Sektor di IIGCE 2024
Forum yang dihadiri para pakar dan praktisi dari berbagai negara ini menjadi wadah bagi PGE untuk memamerkan keunggulan Indonesia dalam pengelolaan panas bumi serta menjalin kemitraan strategis guna mendukung pengembangan energi hijau yang lebih luas.***
Artikel Terkait
PGE Kembali Gelar Geovation, Ajang Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Panas Bumi Berkelanjutan
Kontribusi di Sektor ESDM, PGE Raih 2 Penghargaan Dharma Karya Muda di Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-79
Menyemai Inovasi, PGE Lahendong dan Fakultas Teknik UGM Panen Perdana Tomat dengan Pupuk Silika Katrili
Peran Panas Bumi dalam Transisi Energi dan Solusi Krisis Iklim: Langkah Strategis PGE di COP 29
Targetkan Swasembada Energi Indonesia, PGE Jalin Kolaborasi Strategis dengan Universitas Pertamina dan University of Auckland