Berkat berbagai upaya yang telah dilakukan, hingga tahun 2023 SIG berhasil menurunkan 17,37% intensitas emisi CO2 cakupan 1 (dari operasional) dibandingkan baseline tahun 2010. Sedangkan pada cakupan 2 (penggunaan energi tidak langsung) berhasil diturunkan 5,22% dari baseline 2019.
“Operasional bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan adalah sebuah keharusan untuk meningkatkan keunggulan dan daya saing Perusahaan, terutama dalam menghadapi situasi sosial, ekonomi dan politik yang dinamis.
"Dengan keberlanjutan, SIG siap mengubah tantangan menjadi peluang untuk pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Reni Wulandari.***
Artikel Terkait
SIG Borong 5 Penghargaan Prasetya Ahimsa dari Kementerian ESDM, Bukti Kesuksesan Kelola Keselamatan Pertambangan
SIG Siap Dukung Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan dengan Semen Hijau
Trotoar di Kawasan Kuningan Ditata Jadi Lebih Aman, Inisiatif SIG dan Pemprov DKI Jakarta untuk Ruang Publik yang Infklusif
Semen Gresik Sahabat Petani, Program SIG untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Rembang
Direktur Utama SIG Dinobatkan Sebagai Top CEO Indonesia Awards 2024, Bukti Komitmen Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif di Industri Semen