Dirinya melanjutkan, sudah disetujui pula Pokok Perubahan Perjanjian KMK Penjaminan (KMKP) oleh lima kreditur perbankan sebesar Rp5,2 triliun.
Upaya restrukturisasi itu mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.
Baca Juga: PT Timah Raih Penghargaan Bergengsi Gold Rank ASRRAT 2024
Menteri BUMN Erick Thohir pun mengapresiasi langkah Waskita. Menurutnya, kerja keras Perseroan selama dua tahun terakhir membuahkan hasil yang signifikan.
Oho melanjutkan, Waskita juga telah mendapatkan persetujuan atas tiga dari empat seri obligasi non-penjaminan, di mana sudah dilakukan pembayaran atas kupon restrukturisasi dan kupon standstill.
Terkait satu seri obligasi non-penjaminan yang belum mendapat persertujuan, kata dia, Perseroan terus melakukan komunikasi intensif kepada pemegang obligasi dan Wali Amanat. Langkah itu guna mencapai persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Obligasi selanjutnya.
Baca Juga: Liburan Seru di Bukit Kacapi Tasikmalaya: Harga Tiket, Jam Buka, dan Rutenya
Menghadapi perkembangan digital yang semakin canggih, Oho menyatakan, Waskita terus berinovasi menggunakan teknologi dalam membangun proyek.
Misalnya penggunaan Building Information Modelling (BIM) yang dapat membantu pembangunan proyek secara lebih efisein serta Artificial Intelligence (AI) Pavement Crack Detection untuk mendeteksi objek kerusakan jalan.
Waskita turut menerapkan Enviromental Social Governance (ESG) dalam setiap lini proses bisnis. Pada pilar enviromental, Perseroan menggunakan Green Products, Green Materials, dan mengurangi Emisi Karbon melalui Reforestation.
Baca Juga: KAI Wujudkan Impian Anak Penderita Kanker untuk Menjadi Masinis
Lalu terkait social, diterapkan kebijakan Respectful Workplace Policy, meningkatkan kapabilitas dan kesadaran ESG di lingkungan kerja, juga menggelar pelatihan guna meningkatkan pemahaman kapabilitas pegawai terkait Dekarbonisasi.
Sementara pada sisi governance, Waskita berkomitmen mengimplementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Sistem Pengendalian Gratifikasi, Pedoman Whistle Blowing System (WBS), sekaligus assesment Good Corporate Governance (GCG).
Nantinya, tegas Oho, Waskita akan berfokus pada lima rencana strategis.
Baca Juga: Bio Farma dan Wanadri Galakkan Penanaman Mangrove di Subang untuk Lingkungan Berkelanjutan
Artikel Terkait
Bendungan Jlantah di Karanganyar Hampir Rampung, Waskita Karya: Bendungan Dapat Mengairi 1.494 Hektare Lahan Persawahan
Waskita Toll Road Raih Sertifikasi ISO 37001:2016, Bukti Komitmen Terus Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan
Waskita Karya Pecahkan Dua Rekor MURI di Proyek LRT Jakarta Fase 1B
Waskita Beton Precast Optimis Selesaikan Suplai Produk Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai pada September 2025
Direktur Operasi Waskita Karya Kunjungi Bendungan Jragung, Targetkan Selesai Dibangun 2025