Akselerasi Kemandirian Pangan, PTPN Sasar Produksi Setengah Juta Ton Gabah Melalui Program TAMPAN

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 30 November 2024 | 06:45 WIB
PTPN menyasar produksi setengah juta ton gabah melalui program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (TAMPAN). (DOK.Holding Perkebunan Nusantara)
PTPN menyasar produksi setengah juta ton gabah melalui program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (TAMPAN). (DOK.Holding Perkebunan Nusantara)

Kabar BUMN - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo berencana memanfaatkan lahan peremajaan sawit rakyat untuk menanam padi dengan metode intercropping.

Melalui program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (TAMPAN), perusahaan ini menargetkan produksi sedikitnya 258 ribu ton beras dalam lima tahun ke depan.

Program TAMPAN ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Beberapa Jenis Tanaman Terbaik untuk Dijadikan Pagar Hidup, Tidak Hanya Estetik Tapi Juga Menyejukkan Rumah

Adapun program pun tersebut didukung penuh Kementerian BUMN melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, serta Institut Pertanian Bogor (IPB University).

Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'aruf yang menghadiri dan meresmikan secara langsung program TAMPAN di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (29/11/2024) mengapresiasi inisiatif Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) bersama Sub Holding PTPN IV PalmCo itu.

Ia mengatakan bahwa program TAMPAN merupakan langkah yang tepat untuk mengakselerasi target swasembada pangan nasional dengan memanfaatkan areal peremajaan sawit rakyat yang dikelola PTPN melalui mekanisme intercropping atau tumpang sari dengan tanaman padi gogo.

Baca Juga: BUMN Virama Karya Buka Lowongan Magang Bersertifikat, Posisi Admin Kepegawaian Bagian SDM

"Program TAMPAN ini saya kira langkah yang sangat cerdas dari PTPN. Karena selain menjawab kebutuhan swasembada pangan, juga menjawab petani dalam masa transisi peremajaan sawit.

"Dengan memanfaatkan inovasi intercropping padi gogo di lahan sawit rakyat, maka tidak hanya membantu petani meningkatkan produktivitas, tetapi juga mempercepat upaya Indonesia menuju swasembada pangan yang menjadi visi Presiden," kata Aminuddin.

Untuk mencapai visi tersebut, ia mengatakan bahwa Kementerian BUMN memberikan dukungan agar program TAMPAN dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Ini Yang Bisa Dilakukan Saat Liburan ke Luar Negeri tapi Kemampuan Bahasa Setempat Minim

Saat ini, ia mengatakan bahwa Kementerian BUMN telah memiliki ekosistem berupa program Makmur atau Mari Kita Majukan Usaha Rakyat.

Melalui ekosistem yang salah satunya adalah menyangkut komoditas padi tersebut, maka para petani tidak perlu ragu untuk memasarkan hasil panen padi mereka selama menunggu tanaman sawit yang diremajakan mulai menghasilkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini