Akselerasi Kemandirian Pangan, PTPN Sasar Produksi Setengah Juta Ton Gabah Melalui Program TAMPAN

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 30 November 2024 | 06:45 WIB
PTPN menyasar produksi setengah juta ton gabah melalui program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (TAMPAN). (DOK.Holding Perkebunan Nusantara)
PTPN menyasar produksi setengah juta ton gabah melalui program Tanam Padi PT Perkebunan Nusantara (TAMPAN). (DOK.Holding Perkebunan Nusantara)

Ia menyebut IPB University akan mengerahkan mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif dalam penelitian dan pengembangan di lapangan.

Selain itu, ia juga menuturkan mengusung pendekatan smart agronomis serta artificial intelligence guna menyukseskan program itu.

Baca Juga: Sesuai Amanat Presiden, DAMRI Akan Siapkan Layanan Terbaik untuk Angkutan Haji Tahun 2025

"Insya Allah IPB akan kerahkan dosen mahasiswa, kita ada prodi Smart Agriculture dengan pendekatan engineering yang presisi. Kami juga kembangkan AI yang support.

"Tanpa kolaborasi, kita tidak akan bisa sukseskan program ini," urainya.

Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menambahkan Sub Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) tersebut siap melaksanakan program TAMPAN dengan bekerjasama para petani sawit plasma.

Baca Juga: Belanja Barang Elektronik di Seoul, Rekomendasinya ke Pasar Yongsan Electronics, Ini Panduannya

Ia bersyukur program ini mendapat dukungan positif dari para petani.

"Alhamdulillah, rekan-rekan petani menyambut baik program ini. Saya yakin, insya Allah semangat kami, untuk kembali ke khittah sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama petani akan semakin optimal, terutama saat ini dalam semangat mendukung kemandirian pangan nasional," tuturnya.

Kegiatan kick off program TAMPAN ini turut diwarnai dengan peluncuran salah satu varietas unggulan hasil riset PT Riset Perkebunan Nusantara, anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) yang fokus dalam riset dan pengembangan.

Baca Juga: Taman Wisata Tanjung Keluang, Rumah Pertumbuhan Penyu Sisik yang Unik dan Semakin Langka di Indonesia

Varietas yang diperkenalkan tersebut adalah NUSAKlon yang disebut memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ada saat ini.

Selain itu, perusahaan turut menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), seperti seed planters mekanis untuk mendukung produktivitas petani.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini