"Dengan kapasitas lebih dari 3 milyar dosis per tahun, Bio Farma akan terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memberikan value positif bagi ketahanan kesehatan nasional, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global dengandiplomasi kesehatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Akselerasi Kemandirian Pangan, PTPN Sasar Produksi Setengah Juta Ton Gabah Melalui Program TAMPAN
Dalam kunjungan kerja ini, Wakil Menteri BUMN RI beserta jajaran juga melihat-lihat fasilitas produksi vaksin yang digunakan untuk program pemerintah.
Mulai dari vaksin Pertusis, vaksin polio, vaksin BCG, vaksin typhoid, vaksin Hepatitis B hingga vaksin Hemofilus Influenza tipe B.
Selain itu, mereka juga meninjau fasilitas produksi vaksin nOPV2 (vaksin polio tipe2) yang menjadi salah satu komoditas ekspor.
Baca Juga: DAMRI Perluas Jaringan, Tambah Frekuensi Keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta
Saat ini, Bio Farma telah berkontribusi pada ketahanan kesehatan nasional dan global.
Bio Farma mendukung inisiasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) Expanded Programme on Immunization selama 50 tahun terakhir dan berhasil mencegah 154 juta kematian anak dalam kurun waktu tersebut.
Bio Farma juga memainkan peran penting dalam mendukung cakupan imunisasi nasional dengan pencapaian 94.6% pada tahun 2022.***
Artikel Terkait
Bio Farma Semakin Maju di Kancah Distribusi Vaksin Global, Erick Thohir: Kita Harus Bekerja Lebih Keras!
Hadiri Jumpa Pers di Jakarta, Menteri BUMN Puji Strategi Konsistensi Global Bio Farma dalam Ekosistem Kesehatan Dunia
Bio Farma Luncurkan Produk Bio-TB STR untuk Diagnostik Tuberkulosis, Dukung Indonesia Capai Target Eliminasi TB 2030
Bio Farma dan Wanadri Galakkan Penanaman Mangrove di Subang untuk Lingkungan Berkelanjutan
Ikuti Program Magang Bersertifikat yang Dibuka BUMN Bio Farma, Sedang Ada Lowongan untuk Lulusan S1 Psikologi dan Manajemen