Muhammad Toha Fauzi, mengungkapkan bahwa Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 proyek strategis nasional di sektor infrastruktur sumber daya air yang diamanahkan pemerintah kepada Perusahaan.
Ia menambahkan, proyek Bendungan Sidan ini adalah bentuk nyata dari komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Hutama Karya Siapkan Empat Ruas Tol Fungsional untuk Lancarkan Arus Natal dan Tahun Baru 2024/2025
“Selain memenuhi kebutuhan air baku dan energi, bendungan ini juga menjadi solusi strategis untuk pengendalian banjir sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor ekonomi utama di Bali,” ujar Toha.
Dengan rampungnya pembangunan Bendungan Sidan, PT Brantas Abipraya kembali membuktikan diri sebagai salah satu pelopor dalam pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia.
Kehadiran bendungan ini tidak hanya menjadi solusi bagi permasalahan air baku dan banjir di Bali, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi pengembangan energi terbarukan.
Sebagai salah satu bagian penting dalam Proyek Strategis Nasional, Bendungan Sidan diharapkan dapat terus memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bali, sekaligus menjadi model bagi pembangunan bendungan lainnya di Indonesia.
“Dengan rampungnya Bendungan Sidan, diharapkan Bali tidak hanya semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan air baku, tetapi juga memiliki infrastruktur yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakatnya” tutup Toha.***
Artikel Terkait
Brantas Abipraya Bangun Bendungan Jragung: Solusi Air Baku dan Ketahanan Pangan untuk Jawa Tengah
Brantas Abipraya Tingkatkan Kualitas Proyek Bendungan Bener dengan Sertifikasi K3
Brantas Abipraya Gelar Kegiatan Donor Darah untuk Rayakan HUT ke-44, Sebanyak 250 Kantong Berhasil Terkumpul
Transformasi Limbah Jadi Peluang Ekonomi Hijau: Inovasi Brantas Abipraya Budidaya Maggot BSF
Dibangun Brantas Abipraya, Bendungan Keureuto Diproyeksikan Reduksi Banjir 30%