Pabrik Kelapa Sawit Terantam Komitmen Wujudkan Operasional Berkelanjutan Berstandar Internasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 11:30 WIB
Salah satu tangki CPO PTPN IV Regional III yang telah terpasang sistem deteksi melalui sensor berbasis IoT untuk memantau volume dan kualitas produksi. (DOK.Holding Perkebunan Nusantara)
Salah satu tangki CPO PTPN IV Regional III yang telah terpasang sistem deteksi melalui sensor berbasis IoT untuk memantau volume dan kualitas produksi. (DOK.Holding Perkebunan Nusantara)

Kabar BUMN - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Terantam, yang dikelola oleh PTPN IV Regional III, Subholding PalmCo, terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan operasional berkelanjutan sesuai standar sertifikasi internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sebagai salah satu pabrik terbesar di PTPN IV Regional III, PKS Terantam memastikan seluruh kegiatan operasionalnya berjalan sesuai aturan dan prosedur standar yang berlaku.

Manajer PKS Terantam, Andri, mengungkapkan bahwa proses produksi crude palm oil hingga pengelolaan limbah dilakukan secara menyeluruh dan ramah lingkungan.

Baca Juga: PGE dan PEMA Siap Garap Potensi Panas Bumi di Aceh, Pengeboran Segera Dimulai!

Salah satu langkah strategisnya adalah pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT).

"Kami pastikan selama PKS Terantam beroperasi, seluruhnya mengikuti aturan dan standar baku yang telah ditetapkan.

"Langkah ini adalah bukti komitmen kami akan sertifikasi RSPO," kata dia di Kampar, pada Jumat.

Baca Juga: Hutama Karya Siap Layani Arus Libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dengan Apel Siaga

Pernyataan tersebut juga untuk menjawab isu tidak bertanggung jawab yang digiring oleh pihak-pihak tertentu dan sarat misinformasi serta cenderung menyesatkan.

Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa PKS Terantam juga mengendepankan keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah cair sawit (POME) sebagai sumber energi baru terbarukan.

Limbah ini digunakan untuk pembangkit listrik tenaga biogas, yang sejalan dengan upaya perusahaan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emissions pada 2060.

Baca Juga: Jasa Marga Siap Operasikan Jalur Fungsional Tol Probolinggo-Banyuwangi untuk Libur Natal dan Tahun Baru

"Begini, POME (palm oil mill effluent) saja kami tangani dengan serius sebagai sumber EBT. Apalagi produksi CPO yang merupakan hasil jerih payah perusahaan. Ini sangat menyesatkan," tegas alumni IPB University tersebut.

Ia mengatakan, instalasi pembangkit listrik tenaga biogas yang berada di PKS Terantam dan diresmikan sejak 2019 lalu tersebut mampu menghasilkan tenaga listrik mencapai 0,7 MW.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini