PGE Dorong Tata Kelola Berkelanjutan di Indonesia Knowledge Management Summit 2024

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 18 Desember 2024 | 15:00 WIB
PGE tegaskan pentingnya tata kelola berkelanjutan dalam IKMS 2024, memperkuat komitmen transisi energi hijau untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih. (Dok. PGE)
PGE tegaskan pentingnya tata kelola berkelanjutan dalam IKMS 2024, memperkuat komitmen transisi energi hijau untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih. (Dok. PGE)

Kabar BUMN - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi energi berkelanjutan.

Partisipasinya dalam Indonesia Knowledge Management Summit (IKMS) 2024, yang diselenggarakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional.

Menjadi bukti nyata peran PGE dalam menciptakan masa depan energi yang lebih bersih dan inklusif.

Baca Juga: Rayakan Malam Tahun Baru di Bandung: Bersantap Elegan di Sudut Pandang Mulai Rp125 Ribu!

IKMS 2024 menghadirkan berbagai pihak, mulai dari praktisi energi, pembuat kebijakan, hingga sektor swasta.

Dengan tema “Accelerating Energy Transition through ESG Framework and Knowledge Management”.

Acara ini menjadi wadah diskusi strategis terkait transisi energi, inovasi teknologi, dan peran tata kelola yang baik dalam mendukung keberlanjutan.

Baca Juga: Pertamina Internasional EP Terima Penghargaan dari KBRI Kuala Lumpur Atas Konstribusinya Meningkatkan Pendidikan Pekerja Migran

Salah satu sesi utama bertajuk “Good Corporate Governance in Sustainability” diisi oleh Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio.

Dalam diskusi tersebut, Yurizki memaparkan pendekatan strategis PGE yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnisnya.

“Tata kelola perusahaan yang baik dan pengelolaan risiko ESG menjadi hal yang penting guna mendukung pencapaian keberlangsungan bisnis."

Baca Juga: Siap Bergabung Menjadi Insan ANTARA? Ini Kualifikasi yang Dibutuhkan

"Di PGE, kami memastikan GCG diterapkan dalam semua lini operasi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan,” ujar Yurizki Rio.

Yurizki juga menyoroti hasil laporan Global Risk Report 2023, yang mencatat bahwa hampir 50% risiko bisnis jangka pendek dan panjang berkaitan dengan isu ESG.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini