Dalam operasi pengeboran Sumur Mutiara-351, perusahaan menggunakan choke berukuran 26/64 inchi hingga 28/64 inchi untuk menjaga laju aliran fluida tetap stabil.
Baca Juga: BUMN Perumnas Buka Lowongan Magang Staf Departemen Umum, Peluang Berharga untuk Mahasiswa!
Tekanan fluida di kepala tubing tercatat mencapai 270 psi, sementara tekanan fluida di pipa aliran berada pada 125 psi.
Parameter ini memastikan aliran fluida dari reservoir menuju permukaan berjalan lancar tanpa hambatan.
PHSS juga mengembangkan studi potensi reservoir minyak di area Sungai Dondang, yang sebelumnya belum tersentuh.
Hasil studi ini membuka peluang baru untuk eksplorasi lebih lanjut di wilayah tersebut, memberikan prospek positif bagi pengembangan migas di masa depan.
Selain fokus pada produksi, PHSS juga aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.
Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menegaskan bahwa hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar menjadi kunci keberlanjutan operasi perusahaan.
“Kami percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah operasi akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi serta bisnis perusahaan,” ujar Elis.
Sebagai anak perusahaan PHI, PHSS beroperasi di bawah prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan kontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan.
Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PHSS terus menghadirkan energi yang aman, efisien, patuh, dan ramah lingkungan dengan inovasi teknologi terbarukan.***
Artikel Terkait
Pertamina Siaga Layani Masyarakat Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2024-2025
Pertamina Dukung Festival Ciliwung 2024: Komitmen Nyata untuk Lingkungan Berkelanjutan
Bincang Santai Bersama Najwa Shihab, PERTIWI Subholding Upstream Pertamina Bahas Kesetaraan Domestik
Menteri ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Sambut Nataru 2024/2025
Pertamina Hulu Mahakam Capai 1 Tahun Tanpa Kecelakaan Kerja, Bukti Komitmen Keselamatan dan Keberlanjutan Operasi Migas