Peningkatan Produksi Migas: PHSS Sukses Tingkatkan Pengeboran di Kutai Kartanegara

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 22 Desember 2024 | 15:30 WIB
PHSS berhasil tingkatkan produksi migas di Kutai Kartanegara lewat pengeboran Sumur Mutiara-351 dan 352, mendukung target migas nasional dan energi berkelanjutan. (Dok. Pertamina)
PHSS berhasil tingkatkan produksi migas di Kutai Kartanegara lewat pengeboran Sumur Mutiara-351 dan 352, mendukung target migas nasional dan energi berkelanjutan. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, berhasil meningkatkan produksi migas melalui pengeboran Sumur Mutiara-351 dan Mutiara-352 di area Sungai Dondang, Kalimantan Timur.

Berkat kontribusi kedua sumur ini, produksi Lapangan Sanga Sanga meningkat dari 6.800 barel minyak per hari (bopd) pada awal November 2024 menjadi 8.600 bopd pada akhir bulan tersebut.

Pencapaian ini menjadi bagian penting dalam mendukung target produksi migas nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Baca Juga: Kartu Kredit BNI-MyPertamina Hadir Lagi, Cashback BBM dan Promo Eksklusif Menanti!

Sumur Mutiara-351 menghasilkan potensi produksi minyak sebesar 1.184 bopd dan gas 0,221 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Hasil ini diikuti oleh Sumur Mutiara-352, yang mencatatkan 1.100 bopd dan gas sebesar 0,229 mmscfd pada perforasi awal.

Menariknya, fluida yang dihasilkan bebas dari kandungan air, menandakan kualitas reservoir yang optimal.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Perhutani dan TNI Tanam 2.500 Pohon di Banyuwangi

Manager Subsurface Development Area 1 Zona 9 Subholding Upstream Pertamina, Magfirah Rajab, mengungkapkan bahwa tekanan Flowing Tubing Head Pressure (FTHP) yang tinggi memungkinkan reservoir mendorong fluida tanpa bantuan mekanis.

“Dengan tekanan FTHP yang tinggi, reservoir mampu mendorong fluida ke permukaan tanpa pompa atau alat mekanis lainnya,” jelasnya.

Menurut Magfirah, pencapaian ini tidak lepas dari penerapan strategi dan praktik terbaik dalam pengelolaan proyek-proyek hulu migas.

Baca Juga: BNI Siapkan Uang Tunai Rp19,74 Triliun untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025

Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 9, Supriady, menambahkan bahwa strategi perusahaan ini bertujuan menjaga produksi di lapangan-lapangan tua (mature).

“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengeboran eksplorasi dan eksploitasi untuk mendukung pencapaian target produksi migas Indonesia pada 2030 serta memastikan keberlanjutan produksi,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini