Waskita Karya Targetkan Bendungan Jlantah Siap Rampung Awal 2025, Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 30 Desember 2024 | 14:30 WIB
Bendungan Jlantah di Karanganyar siap rampung Januari 2025. Proyek ini mendukung ketahanan pangan, energi, dan agrowisata, membuka peluang usaha baru. (Dok. Waskita Karya)
Bendungan Jlantah di Karanganyar siap rampung Januari 2025. Proyek ini mendukung ketahanan pangan, energi, dan agrowisata, membuka peluang usaha baru. (Dok. Waskita Karya)

Kabar BUMN - PT Waskita Karya (Persero) Tbk memastikan pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, akan rampung pada Januari 2025.

Saat ini, proyek yang memiliki nilai investasi Rp1,025 triliun tersebut telah mencapai kemajuan hingga 98,59 persen.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini meninjau langsung progres pembangunan dan mengapresiasi kesesuaiannya dengan target.

Baca Juga: PLN EPI Juara Inovasi Digital, Raih Tiga Penghargaan IDIA Tahun 2024

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya keberlanjutan sumber daya air sebagai langkah strategis untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus menghadapi perubahan iklim.

“Sehingga para petani dapat segera meningkatkan hasil produksi, dan masyarakat sekitar mendapatkan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan,” ujar Gibran.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menambahkan bahwa Bendungan Jlantah akan berperan besar dalam mendukung swasembada pangan di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.

Baca Juga: Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Implementasi Teknologi Jasa Marga dalam Mendukung Operasional Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Pemerintah sendiri sedang berupaya mempercepat target ketahanan pangan, dengan Presiden Prabowo Subianto memajukan target swasembada pangan dari 2028 menjadi 2027.

Manfaat Besar Bendungan Jlantah

Ermy menjelaskan bahwa bendungan ini akan mengairi area persawahan seluas 1.494 hektar di Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo.

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Proyek Medan Islamic Center Garapan Waskita Karya, Siap Jadi Pusat Peradaban Islam di Sumut

Sebelumnya, wilayah tersebut mengandalkan tadah hujan untuk pengairan sawah, yang membuat panen hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun.

Dengan saluran irigasi baru, petani kini dapat panen hingga tiga kali setahun tanpa terpengaruh musim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini