Ia menambahkan, Bendungan Rukoh dan Jlantah pun ikut mendukung ketahanan air dan energi karena, tidak hanya berfungsi menyediakan air baku tapi juga berpotensi menjadi pembangkit listrik.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! PT MUM Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, Simak Info Lengkapnya
Ermy menyebutkan, Rukoh mampu menyediakan air baku sebanyak 0,90 meter kubik per detik (m3/dt) dan berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 140 MegaWatt (MW).
“Sedangkan Jlantah, dapat menyuplai air baku hingga 150 liter per detik. Kemudian berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) sebesar 0,625 Megawatt,” kata dia.
Sejalan pula dengan Astra Cita Presiden, Waskita turut menyerap banyak tenaga lokal.
Baca Juga: Wisata Unik Dieng Kawah Candradimuka, Simak Harga Tiket dan Daya Tariknya!
Sesuai arahan pemerintah, penyerapan tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan perusahaan guna memperluas lapangan pekerjaan di Tanah Air.
Ke depannya, kata Ermy, Waskita akan terus berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur agar dapat mendukung berbagai program pemerintah.
Diharapkan, seluruh proyek yang dikerjakan Perseroan dapat memberikan multiplier effect terhadap masyarakat.
Baca Juga: TASPEN Perluas Layanan Hingga ke Wilayah Terpencil untuk Pensiunan di Seluruh Indonesia
Sebagai informasi, saat ini Waskita masih mengerjakan beberapa proyek bendungan seperti Bener, Tiga Dihaji, Mbay, Jragung, Cibeet, serta Karangnongko.
Sebelumnya sepanjang 2024, ada empat bendungan garapan Perseroan yang diresmikan mencakup Karian pada Januari, Margatiga dan Leuwikeris pada Agustus, serta Temef pada Oktober.***
Artikel Terkait
Waskita Karya Resmi Keluar dari Daftar Hitam, Siap Perkuat Bisnis di 2025
Bendungan Rukoh Garapan Waskita Karya Akan Diresmikan, Wujud Ketahanan Pangan di Aceh
Magang Teknik Sipil di PT Waskita Karya: Simak Kualifikasinya
Lowongan Magang BUMN di PT Waskita Karya untuk Mahasiswa Akuntansi
Renovasi Stadion Gelora Delta Sidoarjo: Bukti Komitmen Waskita Karya Sesuai Standar FIFA