Satu-satunya dari Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Masuk Top 50 ESG Global 2025

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 24 Januari 2025 | 16:30 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) jadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang masuk Top 50 ESG Global 2025. (Dok. PGE)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) jadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang masuk Top 50 ESG Global 2025. (Dok. PGE)

"Pencapaian ini mengantarkan PGE ke jajaran teratas dunia dalam penerapan prinsip ESG sekaligus menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam Top 50 ESG Global,” kata Julfi Hadi.

Baca Juga: Raih Penghargaan Most Popular CFO Awards 2024, PGE Perkuat Komitmen Swasembada Energi

Pencapaian ini didukung oleh implementasi strategi ESG PGE yang tertuang dalam Roadmap Penerapan Berkelanjutan.

Dokumen ini menuangkan inisiatif dan rencana PGE dari tahun 2024 hingga 2030 untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

PGE menargetkan pencapaian kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2026 dengan kombinasi pengembangan konvensional, proyek brine to power, serta opsi pengembangan anorganik.

Baca Juga: PGE Raih Penghargaan Communication Strategists Awards 2024, Bukti Nyata Kontribusi Komunikasi Strategis dalam Edukasi Energi Terbarukan

Selain itu, strategi efisiensi energi dan co-generation diharapkan mampu menurunkan total intensitas emisi PGE hingga lebih dari 5% di tahun 2026.

Lebih jauh, PGE terus mendorong inklusivitas dalam lingkungan kerja bagi perempuan, disabilitas, dan komunitas lokal melalui program pengembangan dan rekrutmen.

Dalam aspek GCG, PGE juga memastikan keberlanjutan dalam praktik pengadaan (sustainable procurement), dengan target setidaknya 50% vendor telah memiliki kebijakan maupun sertifikasi ESG pada tahun 2026.

Baca Juga: PGE Hadiri Forum Internasional New Zealand Geothermal Workshop 2024, Tekankan Posisi Indonesia sebagai Raksasa Energi Hijau Dunia

“Capaian ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas bisnis dan operasi PGE tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga menjadi contoh praktik terbaik (best practice) implementasi ESG secara global.

"Kami percaya bahwa seluruh aktivitas pengembangan dan pengelolaan panas bumi sebagai energi terbarukan harus selalu mempertimbangkan risiko terhadap masyarakat, lingkungan, dan tata kelola yang matang.

"Dengan terus mengedepan prinsip ESG, kami optimistis panas bumi dapat menjadi garda terdepan dalam mencapai swasembada energi nasional,” pungkas Julfi Hadi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini