PGE Pertahankan PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Diakui Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 25 Februari 2025 | 17:15 WIB
PGE Pertahankan PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Diakui Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat  (Dok. PGE)
PGE Pertahankan PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Diakui Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat (Dok. PGE)

Kabar BUMN - Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam industri energi hijau dengan mempertahankan penghargaan PROPER Emas untuk dua wilayah operasinya, yakni Area Kamojang dan Ulubelu.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja lingkungan yang melampaui standar kepatuhan serta kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Penghargaan ini menjadi yang ke-14 kalinya berturut-turut bagi Kamojang dan yang ke-3 bagi Ulubelu.

Baca Juga: Waskita Karya Bangun RSUD Akhmad Berahim, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Kalimantan Utara

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap operasinya.

"Melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan bahwa operasi kami tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Sebagai salah satu area operasi utama, Kamojang telah beroperasi sejak 1983 dengan kapasitas terpasang 235 MW yang mampu memasok listrik bagi sekitar 260.000 rumah.

Baca Juga: 4 Air Terjun di Banyumas yang Punya Akses Mudah, Bus Wisata Bisa Masuk

Keberhasilan dalam mempertahankan PROPER Emas tak lepas dari inovasi berkelanjutan, seperti program GEMAH KARSA (Geothermal Empowerment for Maximizing Agriculture through Kamojang Responsible and Sustainable Farming).

Program ini mencakup tiga pilar utama, yaitu pemupukan, pembibitan, dan pengairan, yang membantu petani dalam mengakses pupuk organik dari limbah rumah tangga.

Kemudian mengatasi kendala pembibitan akibat cuaca dan hama, serta menyediakan sumber air bersih untuk kebutuhan pertanian.

Baca Juga: PEP Sukowati Field Dorong Sekolah Ramah Lingkungan, MI Manbaul Ulum Studi Tiru ke MIN 1 Bojonegoro

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi dalam sektor pertanian secara bertanggung jawab.

Hingga kini, sebanyak 2.647 penerima manfaat dari kelompok rentan, seperti petani, lansia, dan ibu rumah tangga, telah merasakan manfaat dari akses air bersih, fasilitas kesehatan, hingga dukungan untuk pertanian organik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini