Bank Emas ini juga akan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menyimpan emas secara pribadi dan belum masuk ke dalam system keuangan formal.
Baca Juga: Perusahaan BUMN PT MUM Mencari Staf Pajak, Penempatan Jakarta Selatan, Simak Detail Lokernya!
Diperkirakan terdapat sekitar 1.800 ton emas yang beredar di masyarakat dalam berbagai bentuk.
Melalui layanan seperti tabungan emas, gadai emas, serta perdagangan emas yang dikelola secara profesional, masyarakat diharapkan dapat lebih percaya pada sistem keuangan formal yang aman dan transparan.
“Karena itu, kita ingin mengundang mereka untuk percaya kepada sebuah sistem keuangan yang formal, memang kita harus mulai meyakinkan, menggedor mereka bahwa ini sistem keuangan yang aman buat mereka.
Baca Juga: Selamat! Badak LNG Raih PROPER Emas ke-14 Berkat Inovasi Berkelanjutan
"Di sini, tentu pelayanan selain Tabungan emas, gadai emas, ini yang akan memudahkan Masyarakat untuk mengalirkan bagaimana mereka bisa mulai menjadi bagian dari perdagangan emas nasional. Tadi di sampaikan, ada pembiayaan emas, penitipan emas, dan tentu perdagangan emas secara langsung,” lanjutnya.
Erick, lebih jauh menjelaskan, bahwa hadirnya Bank Emas ini sejalan dengan visi Pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
“Kehadiran Bank Emas ini juga bertujuan untuk memperluas inklusi keuangan dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.***
Artikel Terkait
Kementerian BUMN dan Kemendag Perkuat Sinergi Dukung UMKM dari Lokal Menuju Internasional
Petrokimia Gresik Pastikan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi untuk Dukung Asta Cita Prabowo-Gibran
Presiden Prabowo Serahkan Senjata Buatan Pindad kepada Presiden Erdogan
Tiga Cruise Sandar Bersamaan, Erick Thohir: Momentum Bersejarah bagi Pelabuhan Benoa
PERURI Dorong UMKM Binaan Naik Kelas dengan Ikut Serta dalam Pelatihan yang Digelar Kementerian BUMN