Rincian stok pupuk bersubsidi meliputi urea 574.069 ton, NPK 533.288 ton, NPK Formula Khusus 21.222 ton, serta pupuk organik sebanyak 38.736 ton.
Ketersediaan stok ini mencapai 314 persen dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, stok pupuk nonsubsidi terdiri dari urea 378.167 ton dan NPK 53.116 ton.
Baca Juga: Ngabuburit di Pesisir Yogyakarta Bisa Nikmati Sunset di 5 Pantai Ini
“Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada petani nasional, karena kami ingin melibatkan seluruh stakeholder untuk mencapai swasembada pangan seperti yang dicita-citakan Pemerintah,” tambah Tri Wahyudi.
Pada tahun 2025, Pupuk Indonesia mendapatkan mandat dari pemerintah untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024, alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan sebesar 9,5 juta ton, terdiri dari 4,6 juta ton urea, 4,2 juta ton NPK, 147.798 ton NPK Formula Khusus, serta 500.000 ton pupuk organik.
Baca Juga: Loker BUMN Maret 2025: Dibutuhkan Staf Akunting di Jakarta Selatan, Lamaran Dikirim ke PT MUM
”Kepada seluruh petani, kami mengimbau untuk segera melakukan penebusan."
"Seluruh tenaga pemasaran kami di lapangan tetap memberikan pendampingan dan melayani kepada petani sehingga bapak dan ibu petani dapat layanan terbaik meski pada bulan Ramadan,” tutupnya.
***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Ajak Petani Tercatat di Maumere untuk Menebus Pupuk Subsidi dengan KTP
PT Pupuk Indonesia Niaga Buka Lowongan Magang hingga 6 Februari, Pendidikan S1 Lebih Diutamakan
Buruan Daftar Lowongan Magang BUMN di PT Pupuk Indonesia Niaga, Cek Syaratnya!
Pastikan Rantai Distribusi Lancar, Dirut Pupuk Indonesia: Komitmen Kita Jamin Pupuk Berkualitas Terbaik
Pupuk Indonesia Buka Lowongan Magang Bersertifikat Resmi Kementerian BUMN, Simak Posisi dan Kualifikasinya Berikut