Komitmen Jalankan Operasional yang Unggul, Waskita Karya Susun Roadmap 2025

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 6 Maret 2025 | 15:45 WIB
BUMN Konstruksi telah mengalami perjalanan panjang dalam membangun infrastruktur di Tanah Air. (DOK.Waskita Karya)
BUMN Konstruksi telah mengalami perjalanan panjang dalam membangun infrastruktur di Tanah Air. (DOK.Waskita Karya)

Seperti diketahui, pada tahun lalu Perseroan telah mendapat persetujuan dari 21 kreditur perbankan terkait penyempurnaan atas MRA 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp26,3 triliun. Kemudian sudah disetujui pula Pokok

Perubahan Perjanjian Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) oleh lima kreditur perbankan sebesar Rp5,2 triliun.

“Dengan efektifnya restrukturisasi tersebut, Waskita dapat mengelola likuiditasnya untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok. Baik atas utang perbankan, maupun obligasi selama 2024,” jelas Ermy.

Baca Juga: International Golo Mori Jazz 2025: Perpaduan Musik dan Keindahan Alam Timur Indonesia

Ia menambahkan, kinerja Perseroan juga mulai terlihat membaik tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal III 2024, Waskita mencatat kenaikan laba bruto sebesar 33,18 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1,03 triliun.

Sebelumnya, pada periode sama tahun lalu sebesar Rp773,93 miliar. Nilai Gross Profit Margin (GPM) perseroan pun naik menjadi 15,19 persen, setelah sebelumnya pada kuartal tiga tahun lalu sebesar 9,90 persen.

Baca Juga: PTPN IV Regional III Sediakan 400 Kursi Gratis untuk Mudik Bersama BUMN 2025

EBITDA Waskita turut naik hingga 141 persen, dari Rp252 miliar menjadi Rp609 miliar per September 2024.

“Sebagai BUMN Konstruksi yang memiliki pengalaman lebih dari 64 tahun, ke depannya Waskita akan terus menjaga stabilitas keuangan serta melakukan divestasi jalan tol. Kemudian, mengembalikan core business perusahaan sebagai perusahaan konstruksi yang berfokus pada sektor gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan,” kata Ermy.

Perlu diketahui, saat ini Waskita tengah mengerjakan 68 proyek berjalan dengan total nilai sebenyak Rp44,7 triliun.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama Stakeholder Tinjau Kualitas BBM di SPBU Medan

Sebanyak 61 persen di antaranya merupakan proyek konektivitas, lalu 21 persen sumber daya air, 17 persen gedung, dan dua persen Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Sementara proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sedang dibangun Perseroan sekarang berjumlah 31, total nilai kontraknya mencapai Rp17,1 triliun.

Proyek tersebut didominasi oleh sumber daya air dengan persentase hingga 58 persen, sedangkan 26 persen lainnya gedung, serta 16 persen konektivitas.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini