Budidaya Lebah Kelulut, Kunci Sukses PEP Sangatta Field dalam Meraih PROPER Emas

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 13 Maret 2025 | 09:30 WIB
PEP Sangatta Field berhasil meraih PROPER Emas lewat program budidaya lebah kelulut. 
PEP Sangatta Field berhasil meraih PROPER Emas lewat program budidaya lebah kelulut. 

Selain itu, terdapat Depot Energi yang berperan dalam mengolah asap cair, limbah propolis, serta baglog sebagai media tanam jamur untuk mendukung pemanfaatan limbah secara maksimal.

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Logistik, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Kembangkan Layanan Pipanisasi untuk LPG

Juga, yang kelima berupa Bank Sampah Sederhana Trigona yang menjadi pusat pengelolaan limbah domestik dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk dan memilah limbah anorganik.

Kelima sub-unit usaha ini membentuk rantai bisnis yang saling terhubung, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Field Manager PEP Sangatta Field, Cahyo Nugroho, menekankan pentingnya pendekatan berbasis pemetaan sosial dalam program CSR perusahaan.

Baca Juga: Syarat Umum dan Dokumen Administrasi untuk Mengikuti Rekrutmen Bersama BUMN 2025

“Dengan pemetaan sosial di desa-desa di wilayah operasi PEP Sangatta ini bisa membantu memastikan dampak positif yang diberikan dan keberlanjutan program-program tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan program ini.

“Perusahaan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UMKM, BUMDes, pemerintah, serta masyarakat untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian program saat ini dan di masa mendatang,” tambahnya.

Baca Juga: Hunting Hotel Mewah Bintang 5 di Semarang? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Staycation

Sebagai bentuk inovasi sosial, PROLEKTA juga memperkenalkan Sistem Pertanian Agrosilvopastura Modern Adaptif Sirkuler Eksentrik (TEMAN ASIK).

Sistem ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu rekayasa teknologi dalam alat operasional usaha petani, konsep shared value dalam kemitraan barter koloni lebah, asap cair, dan propolis, serta manajemen operasional yang lebih efisien.

Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani hutan dan memperkuat aspek keberlanjutan dalam ekosistem budidaya lebah kelulut.

Baca Juga: Rayakan Ramadan Penuh Makna di Merumatta Senggigi Lombok: Santunan Anak Yatim dan Ngabuburit Bareng Chef

Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, turut menjelaskan pencapaian program ini dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini