Kinerja Komersial Garuda Indonesia Menguat di Kuartal I-2025, Pasar Charter Umrah Jadi Penopang Utama

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Mei 2025 | 07:30 WIB
Kinerja komersial PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menguat sepanjang Kuartal I 2025. (Dok. Pinter Poin)
Kinerja komersial PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menguat sepanjang Kuartal I 2025. (Dok. Pinter Poin)

Selain pertumbuhan dari charter, pendapatan ini juga ditopang oleh peningkatan volume penumpang dan kargo.

Baca Juga: Ikuti Program Magang Business Support Batch 5 di Bank BTN: Kesempatan Berharga untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate

Sepanjang Januari hingga Maret 2025, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,12 juta penumpang, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda Indonesia dan 2,48 juta penumpang Citilink.

Tingkat keterisian kursi (seat load factor) tercatat sebesar 78,8%, naik 5% dibandingkan kuartal I 2024.

Di sektor kargo, volume angkutan meningkat 5% menjadi 58.145 ton, yang terdiri dari 34.715 ton oleh Garuda Indonesia dan 23.430 ton oleh Citilink.

Baca Juga: Spesial HUT ke-30 Telkomsel, Undi-Undi Hepi Tawarkan Berbagai Hadiah Fantastis, Berikut Daftarnya

Kinerja ini memperlihatkan akselerasi pemulihan bertahap pada lini bisnis kargo yang sempat mengalami perlambatan pasca pandemi.

Sementara itu, rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance/OTP) Garuda Indonesia secara grup selama kuartal pertama mencapai 88,19%, menjadikannya salah satu maskapai dengan performa ketepatan waktu terbaik di kawasan regional.

Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$162,27 juta, meningkat 87,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Meresapi Makna Waisak: Tradisi Sakral dari Grobogan hingga Jambi

Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.

Oleh karena berbagai kinerja baik tersebut, perusahaan mampu menekan kerugian bersih secara signifikan yaitu sebanyak 12,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau dari US$86,82 juta di kuartal I 2024, menjadi US$75,93 juta di kuartal I 2025.

Nilai rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban keuangan sebesar US$124,57 juta yang antara lain merupakan komitmen restrukturisasi pembiayaan, sebagai bagian dari strategi turn around jangka panjang.

Baca Juga: Kementerian BUMN Buka Lowongan Magang Khusus Mahasiswa S1 Akuntansi, Daftar Segera Melalui Link Berikut

“Kami menyikapi tren pertumbuhan ini dengan optimisme. Kinerja charter yang melonjak menjadi katalis penting dalam memperkuat pondasi bisnis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini