"Di saat yang sama, kami juga tengah mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target mencapai 100 pesawat hingga akhir 2025,” lanjut Wamildan.
Garuda Indonesia juga terus menjalankan program transformasi berkelanjutan yang mencakup refocusing anggaran, optimalisasi armada, serta peningkatan level of service.
Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN dan PT MUM Hadir Lagi, Sedang Dibutuhkan Pegawai untuk Posisi Staf Rekrutmen
Di sisi organisasi, berbagai pembaruan dilakukan termasuk pelatihan awak pesawat berbasis kinerja, sistem tunjangan yang lebih kompetitif, serta tata kelola dan strategi human capital yang selaras dengan praktik industri.
“Dengan tren arus kas yang positif dan dukungan kesiapan sinking fund yang proporsional, kami tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan finansial dan pemenuhan kewajiban usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ungkap Wamildan.
“Dengan fundamen kinerja keuangan yang semakin solid, utamanya dari operating revenue yang terus bertumbuh selama 3 tahun terakhir, Garuda Indonesia optimis dapat semakin menyelaraskan tantangan industri penerbangan kedepannya dengan langkah strategis korporasi yang semakin agile dalam hal penyehatan kinerja keuangannya,” tutup Wamildan.***
Artikel Terkait
Tiket Lebaran Turun Harga, Garuda Indonesia Group Optimistis Pendapatan Naik
Garuda Indonesia Catat Kinerja Positif Saat Musim Lebaran 2025 dengan Ketepatan Waktu 87,28% dan Tingkat Keterisian Kursi di Atas 80%
Setiap Minggu, Garuda Indonesia Layani Pengiriman Ekspor Minyak Nilam Aceh ke Paris
Produk UMKM Binaan Kilang Pertamina Terbang Tinggi Bersama Garuda Indonesia
LOKER Pendukung Operasional Cargo Garuda Indonesia BO Yogyakarta untuk D3, Cek Kualifikasinya