SIG dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Beton Hijau Tahan Sulfat dan Klorida untuk Kawasan Pesisir

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Mei 2025 | 16:30 WIB
SIG dan BRIN kembangkan beton hijau tahan sulfat dan klorida untuk infrastruktur pesisir yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Dok. SIG)
SIG dan BRIN kembangkan beton hijau tahan sulfat dan klorida untuk infrastruktur pesisir yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Dok. SIG)

Kabar BUMN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan beton hijau untuk kawasan pesisir dan laut.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, serta Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie, bertempat di Gedung The East, Jakarta, pada Rabu, 30 April 2025.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal, menegaskan bahwa SIG terus berkomitmen dalam menghadirkan bahan bangunan ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan.

Baca Juga: Program Loyalitas GarudaMiles Raih Penghargaan Internasional di Freddie Awards 2025

“Kami telah berkolaborasi dengan BRIN untuk berbagai kegiatan penelitian terapan, dan saat ini kami kembali bekerja sama dalam pengembangan beton hijau untuk mendukung pembangunan infrastruktur kawasan pesisir dan laut."

"Semoga ikhtiar ini dapat mendukung program pembangunan pemerintah melalui penggunaan produk yang andal dan ramah lingkungan,” kata Donny Arsal.

Saat ini, produk semen hijau milik SIG memiliki emisi karbon yang lebih rendah hingga 38% dibandingkan semen konvensional, berkat pemanfaatan energi terbarukan, bahan bakar alternatif, serta efisiensi energi yang konsisten.

Baca Juga: Waskita Karya: Pelabuhan SKPT Morotai Sudah Beroperasi, Buka Peluang untuk Nelayan dan Ribuan Tenaga Kerja

Langkah pengembangan beton hijau ini menjadi kelanjutan dari keberhasilan SIG dalam produksi semen hijau sebelumnya.

Kolaborasi ini bertujuan menciptakan beton dengan ketahanan lebih tinggi terhadap sulfat, gelombang, pasang surut, serta korosi akibat ion klorida, sehingga cocok untuk kondisi ekstrem kawasan pesisir dan laut.

Menurut Reni Wulandari, proyek riset ini akan mengedepankan ketahanan beton dalam kondisi ekstrem, dengan memanfaatkan bahan baku khusus yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur pesisir.

Baca Juga: Ikonik Sejak Lama, Ini 4 Kuliner Khas yang Wajib Kamu Coba Kalau ke Pontianak

“Kami berharap hasil riset ini menjadi solusi atas kebutuhan konstruksi di daerah-daerah pesisir, terutama yang telah mengalami peningkatan level permukaan air."

"Karena itu, kami menggandeng BRIN untuk mengakselerasi dengan riset menyeluruh untuk menghasilkan produk beton berkualitas tinggi tetapi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Reni Wulandari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini