GT Padang memiliki enam gardu dengan sistem transaksi terbuka, guna memperlancar arus kendaraan.
Tak hanya itu, Hutama Karya juga telah menyiagakan 130 personel dan 13 unit armada operasional, meliputi mobil patroli, ambulans, rescue, derek, serta kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).
Pemantauan lalu lintas dilakukan secara real-time melalui CCTV dan Variable Message Sign (VMS) yang tersebar di titik-titik strategis.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara agar budaya berkendara yang baik di jalan tol dapat terwujud secara optimal,” tutup Adjib.
Sebagai bentuk pengingat, Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mematuhi aturan berkendara di jalan tol.
Kecepatan kendaraan dianjurkan antara 60–80 km/jam, dan bahu jalan hanya boleh digunakan dalam kondisi darurat.
Informasi lebih lanjut terkait operasional tol dapat diakses melalui akun media sosial resmi @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya, atau dengan menghubungi Call Center Tol Padang–Sicincin di +62 822-1000-3770 dalam keadaan darurat.***
Artikel Terkait
Hutama Karya Catat 459 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Lahir Pancasila
Hutama Karya Salurkan 229 Hewan Kurban ke 15 Provinsi, Bukti Nyata Komitmen Sosial dan Kepedulian Perusahaan
Minimalkan Gangguan Lalu Lintas, Hutama Karya Gunakan Teknologi Sosrobahu dalam Pembangunan Tol Semarang-Demak
Hutama Karya Tegaskan Peran sebagai Pemimpin Inovasi Konstruksi di ICI 2025
Hutama Karya Raup Kontrak Rp603,8 Miliar untuk Proyek Jalan Strategis di Kawasan Inti IKN