Pertamina Evakuasi Tujuh Pekerja dari Timur Tengah Sebagai Langkah Antisipatif Ketegangan Geopolitik di Kawasan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Juni 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi. Pertamina evakuasi tujuh pekerja dari Timur Tengah sebagai langkah antisipatif ketegangan geopolitik di kawasan. (DOK. PT Pertamina Internasional EP (PIEP))
Ilustrasi. Pertamina evakuasi tujuh pekerja dari Timur Tengah sebagai langkah antisipatif ketegangan geopolitik di kawasan. (DOK. PT Pertamina Internasional EP (PIEP))

Kabar BUMN - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi tujuh perwira (pekerja) dari wilayah rawan konflik di Timur Tengah, khususnya dari Basra, Irak.

Proses evakuasi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Plt Direktur Utama PIEP Julius Wiratno menjelaskan, proses evakuasi telah dimulai secara bertahap sejak 19 Juni 2025, menyusul potensi meluasnya konflik antara Iran dan Israel yang dapat berdampak pada keamanan operasional di Irak dan sekitarnya.

Baca Juga: PIEP dan KBRI Tanzania Satukan Langkah, Seni dan Budaya Jadi Bahasa Diplomasi

"Evakuasi dilakukan melalui jalur darat dari Basra ke Kuwait, yang dinilai lebih aman. Selanjutnya, tujuh perwira diterbangkan ke Indonesia dan telah tiba dengan selamat di Jakarta pada 23 Juni," ujar Julius.

Langkah taktis ini dilakukan setelah sebelumnya, PIEP menjalin komunikasi dan koordinasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Timur Tengah, KBRI Baghdad dan KBRI Kuwait, serta Kedutaan Kuwait di Jakarta.

Koordinasi juga dilakukan dengan Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) untuk memastikan kelancaran evakuasi.

Baca Juga: PIEP Mantapkan Ketahanan Energi Lewat Inovasi dan Efisiensi dalam RUPST 2024

Selama proses evakuasi, PIEP juga secara intensif menjaga komunikasi dengan keluarga perwira, memberikan kabar perkembangan dan memastikan bahwa setiap anggota keluarga memahami rencana dan tahapan proses evakuasi.

Manager PT Pertamina Irak EP (PIREP) Syamsu Yudha mengungkapkan, di tengah ketidakpastian, serta terbatasnya jalur komunikasi di lapangan, komunikasi dengan keluarga menjadi hal yang sangat penting.

“Kami memahami kekhawatiran mereka, dan berupaya menjaga ketenangan para keluarga di tanah air," terangnya.

Baca Juga: PIEP Borong Penghargaan di Optimus Award 2024, Buktikan Komitmen Efisiensi dan Inovasi Regional 5

Salah satu momen yang menyentuh, menurutnya, adalah saat keluarga menerima kabar bahwa para perwira telah melintasi perbatasan dengan selamat.

PIEP juga terus memantau kondisi geopolitik di wilayah operasi, termasuk lapangan West Qurna 1 di Irak yang dikelola bersama PetroChina, serta lapangan MLN di Aljazair.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini