Sesuai rencana, kerjasama itu bersamaan dengan aktivitas riset AIKEN selama dua tahun.
"Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk terlibat aktif dalam pengembangan EBT menggunakan teknologi Expanded Granular Sludgebeg (EGSB) ini.
"Kami mendapat informasi bahwa penerapan teknologi ini merupakan yang pertama di dunia," ujarnya.
EGSB sendiri adalah teknologi pengolahan POME yang memanfaatkan bakteri anaerob granular dan merupakan teknologi yang digunakan untuk reaktor EGS.
Dalam teknologi tersebut, selain memanfaatkan gas metana yang dilepaskan limbah sebagai sumber energi, juga menghasilkan dehydrated sludge berupa produk sampingan yang dihasilkanmelalui pengolahan POME.
Baca Juga: PT Timah Bangun Rumah Cumi, Nelayan Buku Limau Makin Dekat dengan Rezeki
"Produk sampingan itu diklaim memiliki nilai kalori hingga 5.110 kalori. Nilai itu bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan batu-bara yang rata-rata berkisar 3.600 sampai 4.200 kalori," tambah Head of PMO PTPN IV Regional III Masrukin.
Untuk itu, Masrukin berharap kerjasama dua negara ini dapat berjalan dengan baik sehingga semangat pemanfaatan energi baru terbarukan di Holding Perkebunan Nusantara dapat kian dimaksimalkan di masa mendatang.
Untuk diketahui, saat ini PTPN IV Regional III merupakan salah satu entitas yang memanfaatkan EBT melalui pengolahan POME dengan PTBg.
Baca Juga: Beasiswa Anak Asuh, Langkah Nyata Brantas Abipraya untuk SDM Unggul
Baru-baru ini, salah satu instalasi PTBg co-firing di Lubuk Dalam Kabupaten Siak berhasil meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Sertifikat yang berperan penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional tersebut tercatat merupakan yang pertama diraih dalam industri sawit nasional.
Sertifikasi ini membuka peluang pendapatan barudari penjualan kredit karbon sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai pelaku bisnis berkelanjutan.
Baca Juga: Rayakan 11 Tahun Prambanan Jazz Festival, InJourney Gaungkan Budaya dan Musik di Situs Bersejarah
Artikel Terkait
Jalan Desa Rimpian Selesai Diperbaiki, PTPN IV Regional III Buka Ruang Tumbuhnya Ekonomi Lokal
Belajar ke Riau, Petani Sawit dari Tiga Provinsi Adopsi Pola Kemitraan PTPN IV
PTPN IV Regional III Kucurkan Rp3,6 Miliar untuk Program TJSL Semester I 2025
PTPN IV Regional III Dukung Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Jagung Bersama Petani Siak
PTPN IV Regional III Tancap Gas Tingkatkan Produktivitas Sawit, Targetkan 7 Ton CPO per Hektare