PTPN IV PalmCo-Aiken Jepang Targetkan PTBg Cofiring Commisioning Akhir Tahun

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 7 Juli 2025 | 20:30 WIB
Tampak foto instalasi pembangkit tenaga biogas co-firing PTPN IV Regional III yang berlokasi di Pabrik Kelapa Sawit Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.
Tampak foto instalasi pembangkit tenaga biogas co-firing PTPN IV Regional III yang berlokasi di Pabrik Kelapa Sawit Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.

 

Kabar BUMN - PTPN IV PalmCo melalui entitasnya yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, PTPN IV Regional III kembali melanjutkan pembangunan pembangkit tenaga biogas.

Kali ini melalui pengolahan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang bekerjasama dengan perusahaan teknologi asal Jepang, Aiken Kakoki.

Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap mengatakan pembangunan pembangkit tenaga biogas (PTBg) co-firing  yang sejalan dengan komitmen penguatan program pemanfaatan energi baru terbarukan tersebut berlangsung di kawasan pabrik kelapa sawit (PKS) Sei Garo, Kabupaten Kampar, Riau.

Baca Juga: Makanan Murah dan Lezat Penuntas Lapar yang Mudah Ditemukan di Convenience Store di Seoul

"Insya Allah, PTBg Cofiring hasil kolaboirasi PTPN IV dengan Aiken Jepang ini ditargetkan dapat melakukan commisioning atau performance test pada akhir tahun ini," kata Gusmar.  

Untuk diketahui, PTPN IV PalmCo bersama dengan Aiken yang merupakan perusahaan teknologi asal Jepang tersebut memulai kerjasama sejak akhir 2023 lalu.

Kemudian, kerjasama itu diimplementasikan dengan melalui beragam tahapan mulai dari detail perencanaan, bidding atau penawaran, procurement dan manufacturing, inspeksi, dan pembersihan.

Baca Juga: Dorong Digitalisasi Petani Karet Pagardewa, PGN Menggandeng Startup Agribisnis Digital

Usai seluruh tahapan tersebut rampung dilaksanakan, saat ini proses terus berlanjut dengan memasuki tahapan enviromental permission serta construction permission.

"Setelah izin lingkungan dan pembangunan dilewati, yang insya Allah kita targetkan Oktober mendatang, maka dapat kita lanjutkan ke tahapan-tahapan selanjutnya, baikkonstruksi, instalasi peralatan, dan input benih granular sludge," ujarnya.  

Pembangunan PTBg co-firing ini sendiri memang diketahui menggunakan teknologi mutakhir yakni teknologi Expanded Granular Sludge Beg (EGSB) yang diklaim lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan gas metana sebagai sumberenergi baru terbarukan (EBT).

Baca Juga: Dukung Kawasan Ekonomi Hijau, Sinergi Pertamina dan PTPN III Makin Kuat di Sei Mangkei

Pembangunan PTBg yang bersumber dari pendanaan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau lebih dikenal dengannama JICA (Japan International Cooperation Agency) itudiproyeksi memiliki kapasitas minimum pengolahan POME sebesar 150 meter kubik perhari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini