Drilling Manager PHKT Zona 10 Subholding Upstream Pertamina, Ted S. Pelawi, menyampaikan bahwa kegiatan pengeboran sumur-sumur baru dilakukan sebagai langkah strategis Perusahaan dalam mempertahankan tingkat produksi pada lapangan-lapangan migas yang sudah mature.
Baca Juga: BSI dan Mekari Bersinergi Bangun Layanan Keuangan Syariah Digital yang Terintegrasi dan Adaptif
Perusahaan pun senantiasa mendorong inovasi dan penerapan teknologi berdasarkan praktik-praktik terbaik.
“Kami menerapkan inovasi, teknologi, serta praktik-praktik engineering terbaik yang dapat meningkatkan keselamatan, kecepatan, dan efisiensi biaya pengeboran,” ungkapnya.
Menurutnya, proyek pengeboran STA Platform merupakan salah satu yang paling kompleks di area DOBU, di mana sejak fase awal Rig Move In (RMI) sudah menghadapi kondisi lapangan yang cukup menantang.
Ketiga sumur dirancang dengan lintasan lateral dari titik permukaan mengarah ke target reservoir.
Pengeboran Sumur STA-38 menggunakan desain 3D S-curve karena memiliki profil lintasan yang cukup menantang. Hal ini menuntut tingkat presisi dan keahlian tinggi dalam pengeboran directional drilling.
Begitu juga dengan Sumur STA-37 yang memiliki target cukup jauh dari platform sehingga harus dilakukan directional drilling sepanjang 6.000 ft.
Baca Juga: Kei Island: Surga Tersembunyi di Timur Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu
Tantangan teknis lainnya adalah risiko tabrakan (collision risk) antara lintasan sumur baru dengan sumur-sumur yang sudah ada (eksisting) di bawah tanah.
Di area STA Platform, terdapat setidaknya 14 (empat belas) sumur aktif dengan jalur bawah tanah yang sangat berdekatan.
Potensi risikonya antara lain kerusakan struktur sumur, blowout (kehilangan kendali tekanan) sehingga pengeboran harus dilakukan dengan akurat.
Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan standar keselamatan dan presisi teknis tertinggi, Tim Drilling PHKT menggunakan perangkat lunak simulasi tiga dimensi sejak sebelum pengeboran dimulai dan dilanjutkan secara berkala selama pengeboran berlangsung.
Artikel Terkait
Kesempatan Langka dan Berharga, PHKT Ajak Keluarga Pekerja Kunjungi Rig Pengeboran
Program CSR PHKT: Optimalkan Limbah Serbuk Kayu untuk Budidaya Jamur dan Kemandirian Pangan di Serambi Nusantara PPU
Dukung Budidaya Kopi Luwak di Marangkayu, PHKT Tumbuhkan Perekonomian Lokal dan Jaga Konservasi
PHKT Dukung Kemandirian Peternak Desa Sebuntal dengan Pelatihan Peternakan Organik
PHKT Tingkatkan Kepedulian di Bulan Ramadan Lewat Program BDI Sedekah Dhuafa