Tiga Sumur Migas Lepas Pantai Diselesaikan dalam 82 Hari, PHKT Tunjukkan Efisiensi Tanpa Kompromi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 8 Juli 2025 | 16:30 WIB
Tiga sumur selesai dalam 82 hari, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali buktikan performa unggul di offshore.
Tiga sumur selesai dalam 82 hari, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali buktikan performa unggul di offshore.

Drilling Manager PHKT Zona 10 Subholding Upstream Pertamina, Ted S. Pelawi, menyampaikan bahwa kegiatan pengeboran sumur-sumur baru dilakukan sebagai langkah strategis Perusahaan dalam mempertahankan tingkat produksi pada lapangan-lapangan migas yang sudah mature.

Baca Juga: BSI dan Mekari Bersinergi Bangun Layanan Keuangan Syariah Digital yang Terintegrasi dan Adaptif

Perusahaan pun senantiasa mendorong inovasi dan penerapan teknologi berdasarkan praktik-praktik terbaik.

“Kami menerapkan inovasi, teknologi, serta praktik-praktik engineering terbaik yang dapat meningkatkan keselamatan, kecepatan, dan efisiensi biaya pengeboran,” ungkapnya.

Menurutnya, proyek pengeboran STA Platform merupakan salah satu yang paling kompleks di area DOBU, di mana sejak fase awal Rig Move In (RMI) sudah menghadapi kondisi lapangan yang cukup menantang.

Baca Juga: PLN Indonesia Power Sabet Banyak Penghargaan di IBEA 2025, Bukti Nyata Inovasi dan Komitmen Energi Hijau

Ketiga sumur dirancang dengan lintasan lateral dari titik permukaan mengarah ke target reservoir.

Pengeboran Sumur STA-38 menggunakan desain 3D S-curve karena memiliki profil lintasan yang cukup menantang. Hal ini menuntut tingkat presisi dan keahlian tinggi dalam pengeboran directional drilling.

Begitu juga dengan Sumur STA-37 yang memiliki target cukup jauh dari platform sehingga harus dilakukan directional drilling sepanjang 6.000 ft.

Baca Juga: Kei Island: Surga Tersembunyi di Timur Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

Tantangan teknis lainnya adalah risiko tabrakan (collision risk) antara lintasan sumur baru dengan sumur-sumur yang sudah ada (eksisting) di bawah tanah.

Di area STA Platform, terdapat setidaknya 14 (empat belas) sumur aktif dengan jalur bawah tanah yang sangat berdekatan.

Potensi risikonya antara lain kerusakan struktur sumur, blowout (kehilangan kendali tekanan) sehingga pengeboran harus dilakukan dengan akurat.

Baca Juga: Pertamina Goes to Campus 2025 Resmi Digelar, Ajak Mahasiswa dari Seluruh Indonesia Tunjukkan Inovasi Energi Berkelanjutan

Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan standar keselamatan dan presisi teknis tertinggi, Tim Drilling PHKT menggunakan perangkat lunak simulasi tiga dimensi sejak sebelum pengeboran dimulai dan dilanjutkan secara berkala selama pengeboran berlangsung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini