Pada kesempatan yang sama, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra mengatakan bahwa pihaknya melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi para petani.
“Kami PSP Kementan siap menampung aspirasi dan keluhan dari para petani. Jangan ragu untuk melaporkan setiap kendala pupuk yang ditemui di lapangan. Setiap masalah akan kami tampung dan carikan solusinya,” ujar Jekvy.
Baca Juga: Honda HR-V Nunggu di Garasi? Bisa Banget, Cuma dari Isi BBM di MyPertamina!
Lebih lanjut Jekvy memberikan instruksi tegas kepada para pemilik kios untuk memastikan stok pupuk.
“Kios wajib memastikan stok pupuk subsidi selalu tersedia. Dan bagi petani, gunakanlah pupuk secara berimbang dan bijak untuk hasil yang optimal,” tambahnya.
Sebagai respons langsung atas diskusi dan arahan yang diberikan, para petani yang hadir bersama perwakilan kios dan penyuluh langsung melakukan penebusan pupuk.
Baca Juga: Serunya Bangga Berkebaya 2025 di Candi Prambanan, Ini yang Bisa Kamu Ikuti!
Tercatat sebanyak 10,9 ton pupuk berhasil ditebus, terdiri dari 9,7 ton pupuk Urea dan 1,2 ton NPK Phonska.
Kegiatan yang dihadiri 53 peserta ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mulai bergerak mengatasi masalah yang ada.
Pupuk Indonesia bersama Kementan dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal penyerapan pupuk bersubsidi untuk memastikan program strategis nasional ini berjalan efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.***
Artikel Terkait
Lebih Tinggi dari Tahun Lalu, Pupuk Indonesia Menempati Peringkat 69 Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2025
Pupuk Indonesia Pastikan Perubahan Tata Kelola Tak Ganggu Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Stok Nasional Capai 2 Juta Ton
Pupuk Indonesia Dukung Program Jaksa Garda Desa Lewat Pendampingan Pertanian di Empat Wilayah Banten
Dorong Swasembada Gula 2026, Pupuk Indonesia Gelar Panen Raya Tebu Bersama Wapres Gibran
Percepat Transisi Energi, Pupuk Indonesia Teken Dua MoU Penyediaan Gas Bumi dan Pemanfaatan CO2