"Karena ini bergizi, sangat baik untuk kesehatan anak,” katanya.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Dukung Program Jaksa Garda Desa Lewat Pendampingan Pertanian di Empat Wilayah Banten
Lebih lanjut, Tina menjelaskan bahwa keberadaan demplot ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong regenerasi di sektor pertanian.
“Ini merupakan awal dari usaha untuk menanggulangi angka prevalensi stunting melalui pangan yang dihasilkan langsung di Tanah Manggarai.
"Peningkatan kesehatan dari generasi muda di Tanah Manggarai ini tidak lepas dari usaha para orangtua yang merupakan karakter utama dalam pertumbuhan serta pemangku utama dalam penghasil hortikultura yang bergizi,” ujar Tina.
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini.
Menurutnya, program ini adalah wujud sinergi antara Pupuk Indonesia dan pemerintah untuk mengurangi kasus stunting di Manggarai yang masih cukup tinggi.
“Kasus stunting menjadi perhatian banyak pihak.
"Tidak hanya stakeholder kesehatan, tapi Pupuk Indonesia juga memiliki kepedulian untuk mengurangi stunting di Manggarai,” ujarnya.
Fabianus berharap program ini menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak sejak dalam kandungan agar tumbuh menjadi generasi unggul.
“Kita menyampaikan terima kasih kepada Pupuk Indonesia.
"Pupuk Indonesia memfasilitasi penuh, memberikan edukasi pertanian hortikultura secara modern. Semoga bermanfaat,” tambahnya.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Pastikan Perubahan Tata Kelola Tak Ganggu Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Stok Nasional Capai 2 Juta Ton
Pupuk Indonesia Dukung Program Jaksa Garda Desa Lewat Pendampingan Pertanian di Empat Wilayah Banten
Dorong Swasembada Gula 2026, Pupuk Indonesia Gelar Panen Raya Tebu Bersama Wapres Gibran
Percepat Transisi Energi, Pupuk Indonesia Teken Dua MoU Penyediaan Gas Bumi dan Pemanfaatan CO2
Pupuk Indonesia dan Kementan Turun Langsung, Pastikan Pupuk Subsidi Cepat Sampai ke Petani Gowa