Mengenal CHOPTIMA, Terobosan Mahasiswa Universitas Pertamina Demi Produksi Energi Optimal dan Sustainable

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:00 WIB
Mahasiswa Universitas Pertamina buktikan potensi mereka lewat CHOPTIMA, terobosan teknologi untuk masa depan energi yang lebih baik.
Mahasiswa Universitas Pertamina buktikan potensi mereka lewat CHOPTIMA, terobosan teknologi untuk masa depan energi yang lebih baik.

Kabar BUMN - Sumur pengeboran minyak bumi yang tidak lagi aktif kini menghadapi tantangan berupa tingginya kandungan air akibat penurunan tekanan reservoir.

Berdasarkan data SKK Migas (2023), sekitar 70% sumur tua menunjukkan rasio air yang tinggi, melebihi 40%.

Kondisi ini menyebabkan biaya produksi menjadi tidak ekonomis dan menurunkan efisiensi operasional.

Baca Juga: Cuma Tukar Poin, Bisa Menang Suzuki XL7 dan Gadget Premium di Undi-Undi Hepi Telkomsel

Oleh karena itu, optimalisasi teknologi menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan produksi minyak dari sumur-sumur tersebut.

Menjawab tantangan ini, Erwin Fernanda, alumni Universitas Pertamina (UPER), bersama dua mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan UPER, Aghar Tabish Naqeeb dan M. Reihan Alfaridh, berhasil mengembangkan solusi inovatif untuk meningkatkan produksi minyak pada sumur tua.

Inovasi tersebut dilakukan melalui optimalisasi teknologi choke sumur yang dikombinasikan dengan pemodelan berbasis machine learning.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Seru di Wonosobo untuk Liburan Akhir Pekan

Aplikasi yang diberi nama CHOPTIMA (Choke Size Optimization for Balancing Oil and Water Production) adalah inovasi berbasis kecerdasan buatan yang dibuat untuk membantu mengatur ukuran choke, yaitu alat pengatur aliran cairan di dalam sumur pengeboran minyak.

Dengan alat ini, tekanan dan jumlah minyak serta air yang keluar dari sumur bisa dikendalikan dengan lebih baik, sehingga produksi minyak menjadi lebih efisien dan tidak banyak tercampur air.

Penggunaan choke sumur terbukti efektif dalam memprediksi peningkatan produksi minyak, dengan potensi kenaikan produksi hingga 20–30% dan penurunan kadar air sampai 25% (International Petroleum Technology Conference, 2023).

Baca Juga: Elnusa Hibahkan 100 Ban Bekas untuk Appostraps, Alat Mitigasi Abrasi Pantai di Padang

Temuan ini mendasari inovasi Aghar dan tim dari Universitas Pertamina yang berhasil meraih juara kedua dalam kompetisi 2025 Geo-energy Hackathon SCALE UP, yang diselenggarakan oleh SLB dan Society of Petroleum Engineers International, mengungguli puluhan peserta dari berbagai universitas dan perusahaan migas.

Dalam pengembangan aplikasi tersebut, Aghar dan tim memanfaatkan beberapa algoritma machine learning seperti Support Vector Machine (SVM), Stochastic Gradient Descent (SGD), dan Gradient Boosting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini