Pertamina Kembangkan Greenomina untuk Hitung dan Perdagangkan Emisi Karbon

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 22 Juli 2025 | 06:45 WIB
Pertamina kembangkan Greenomina, aplikasi yang dirancang untuk menghitung emisi karbon dioksida, serapan emisi, serta memfasilitasi perdagangan karbon (carbon trading). (Dok. Pertamina)
Pertamina kembangkan Greenomina, aplikasi yang dirancang untuk menghitung emisi karbon dioksida, serapan emisi, serta memfasilitasi perdagangan karbon (carbon trading). (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan Greenomina, sebuah aplikasi inovatif yang dirancang untuk menghitung emisi karbon dioksida, serapan emisi, serta memfasilitasi perdagangan karbon (carbon trading).

Melalui Greenomina, Pertamina membangun ekosistem masyarakat yang semakin sadar lingkungan.

Aplikasi ini mengajak pekerja untuk melakukan efisiensi energi, memungkinkan peserta ajang Pertamina Eco RunFest menghitung emisinya agar bisa dikonversi menjadi bebas karbon, hingga membantu penumpang pesawat memperkirakan dan mengimbangi jejak emisinya masing-masing.

Baca Juga: Pertamina Ambil Peran, Sediakan LPG untuk Koperasi Merah Putih

Langkah ini memperluas ekosistem dekarbonisasi baik dari sisi internal maupun eksternal, sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai kontributor aktif dalam ekonomi karbon.

“Transformasi energi bukan hanya soal mengganti bahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan (EBT), tapi juga soal mengubah perilaku, kesadaran, dan budaya perusahaan maupun masyarakat.

"Greenomina adalah alat sekaligus gerakan untuk mendekatkan isu iklim ke kehidupan sehari-hari,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso.

Baca Juga: Komisaris Utama dan Direktur Operasi Pertamina Drilling Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja dalam MWT di Rig Sembakung Field

Greenomina, singkatan dari Green and Net Zero Emission Pertamina, dikembangkan oleh empat perwira muda Pertamina.

Keandalan aplikasi ini mendapat pengakuan melalui kemenangan di ajang Biznovation pada akhir 2022 serta meraih juara dua pada Gagasan Eco BUMN 2024 yang diselenggarakan Kementerian BUMN.

Aplikasi ini memungkinkan individu maupun institusi menghitung emisi karbon dari berbagai aktivitas, seperti perjalanan, penginapan, konsumsi listrik dan air, makanan, hingga limbah, yang kemudian dapat dikompensasi melalui skema kredit karbon.

Baca Juga: Menapak Karier Lewat Beasiswa, Iqbal Kini Jadi Perwira di Pertamina Hulu Energi

Emisi karbon, khususnya karbon dioksida (CO₂), adalah gas rumah kaca utama yang dihasilkan dari aktivitas manusia seperti transportasi, penggunaan listrik, hingga produksi makanan.

Emisi ini berkontribusi besar terhadap perubahan iklim karena menumpuk di atmosfer dan memerangkap panas bumi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini