Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan Greenomina, sebuah aplikasi inovatif yang dirancang untuk menghitung emisi karbon dioksida, serapan emisi, serta memfasilitasi perdagangan karbon (carbon trading).
Melalui Greenomina, Pertamina membangun ekosistem masyarakat yang semakin sadar lingkungan.
Aplikasi ini mengajak pekerja untuk melakukan efisiensi energi, memungkinkan peserta ajang Pertamina Eco RunFest menghitung emisinya agar bisa dikonversi menjadi bebas karbon, hingga membantu penumpang pesawat memperkirakan dan mengimbangi jejak emisinya masing-masing.
Baca Juga: Pertamina Ambil Peran, Sediakan LPG untuk Koperasi Merah Putih
Langkah ini memperluas ekosistem dekarbonisasi baik dari sisi internal maupun eksternal, sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai kontributor aktif dalam ekonomi karbon.
“Transformasi energi bukan hanya soal mengganti bahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan (EBT), tapi juga soal mengubah perilaku, kesadaran, dan budaya perusahaan maupun masyarakat.
"Greenomina adalah alat sekaligus gerakan untuk mendekatkan isu iklim ke kehidupan sehari-hari,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso.
Greenomina, singkatan dari Green and Net Zero Emission Pertamina, dikembangkan oleh empat perwira muda Pertamina.
Keandalan aplikasi ini mendapat pengakuan melalui kemenangan di ajang Biznovation pada akhir 2022 serta meraih juara dua pada Gagasan Eco BUMN 2024 yang diselenggarakan Kementerian BUMN.
Aplikasi ini memungkinkan individu maupun institusi menghitung emisi karbon dari berbagai aktivitas, seperti perjalanan, penginapan, konsumsi listrik dan air, makanan, hingga limbah, yang kemudian dapat dikompensasi melalui skema kredit karbon.
Baca Juga: Menapak Karier Lewat Beasiswa, Iqbal Kini Jadi Perwira di Pertamina Hulu Energi
Emisi karbon, khususnya karbon dioksida (CO₂), adalah gas rumah kaca utama yang dihasilkan dari aktivitas manusia seperti transportasi, penggunaan listrik, hingga produksi makanan.
Emisi ini berkontribusi besar terhadap perubahan iklim karena menumpuk di atmosfer dan memerangkap panas bumi.
Artikel Terkait
KWT Berseri Dapat Pelatihan Jamur Tiram, CSR Pertamina EP Sangatta Dorong Ketahanan Pangan Lokal
Pertamina Hulu Mahakam Raih Predikat Emas ISRA 2025 Berkat Program Konservasi Pesut Mahakam
Menapak Karier Lewat Beasiswa, Iqbal Kini Jadi Perwira di Pertamina Hulu Energi
Komisaris Utama dan Direktur Operasi Pertamina Drilling Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja dalam MWT di Rig Sembakung Field
Pertamina Ambil Peran, Sediakan LPG untuk Koperasi Merah Putih