Strategi intermediary country ini menunjukkan bahwa apa yang awalnya terlihat sebagai kekalahan dalam negosiasi tarif, justru menjadi kemenangan strategis yang akan menguntungkan Indonesia dalam jangka panjang.
“Dengan persiapan infrastruktur dan regulasi yang tepat, Indonesia bersiap menjadi destinasi utama investasi manufaktur di Asia Tenggara, memanfaatkan momentum perang dagang global untuk kepentingan ekonomi nasional.” tutup Todo.***
Artikel Terkait
Pertamina Ambil Peran, Sediakan LPG untuk Koperasi Merah Putih
Pertamina Kembangkan Greenomina untuk Hitung dan Perdagangkan Emisi Karbon
Kopi Kamojang Mendunia! Inovasi Pertamina Buka Akses Ekspor Lewat 'Geothermal Dry Houseā
Pertamina Drilling Resmikan Laboratorium Drilling Fluid dan Cementing, Perkuat Langkah Swasembada Energi
Tiket Lari Ludes! Kini Saatnya Ikut Meriahkan Energizing Music Festival di Pertamina Eco RunFest 2025