Produk ini dipilih karena kemampuannya memberikan stabilitas dan daya dukung tinggi bagi konstruksi.
Baca Juga: Masih Ada Waktu! Tukar Telkomsel Poin dan Rebut Peluang Menang Hadiah Mewah
Selain itu, UltraPro sangat sesuai untuk proyek yang membutuhkan kekuatan tekan awal dan akhir tinggi, seperti jalan tol, landasan pacu, bendungan, hingga struktur bangunan besar.
Menurut Vita Mahreyni, keunggulan UltraPro terletak pada kemudahan aplikasi di lapangan serta hasil akhir yang kuat.
Produk ini sebelumnya telah digunakan dalam berbagai proyek besar nasional, antara lain Jakarta International Stadium, Tol Trans Sumatra, Tol Semarang–Demak, Tol Balikpapan–Samarinda, Bandara Internasional Yogyakarta, Gedung Tinggi Thamrin Nine, Kereta Cepat KCIC, dan LRT Jakarta.
Baca Juga: Lokasi Film Sore: Istri dari Masa Depan yang Aestetik, Pertegas Keindahan Film
“Keterlibatan SIG dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia merupakan bentuk kepercayaan stakeholder terhadap keunggulan produk-produk SIG."
"Sebagai perusahaan bahan bangunan yang terdepan di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, SIG memiliki fasilitas produksi dan jaringan distribusi yang tersebar luas untuk mendukung pembangunan di Indonesia hingga ke pelosok daerah,” tambahnya.
Direktur Operasi PT Waskita Beton Precast Tbk, Itung Prasaja, menjelaskan bahwa proyek Tol Bocimi Seksi 3 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang bertujuan mempercepat konektivitas dari wilayah Bogor dan Jakarta menuju Sukabumi.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp83,38 Triliun, Sektor Pertanian yang Paling Mendominasi
Ia mengatakan proyek ini dapat mengurangi kemacetan jalan arteri yang ada dan menggerakkan roda perekonomian di wilayah selatan Jawa Barat.
“Produk semen SIG mampu memberikan kekuatan dan daya tahan yang baik pada bangunan menjadikannya pilihan utama dalam konstruksi, termasuk yang saat ini kami gunakan untuk menyuplai Beton Readymix (beton siap pakai) dari Batching Plant WSBP Cibadak bermutu tinggi untuk Proyek Tol Bocimi Seksi 3."
"SIG terbukti dapat terus menjaga kualitas produk dan layanannya sehingga tetap menjadi pilihan utama dalam industri konstruksi," ujar Itung.
Baca Juga: Pertamina Dorong Keberlanjutan Lewat Praktik Green Procurement Bersama Mitra
SIG sendiri merupakan perusahaan BUMN di bawah klaster infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, di mana 51% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
Artikel Terkait
Kapasitas PLTS Naik 6 Kali Lipat, SIG Tingkatkan Dekarbonisasi dan Transisi Industri Hijau
Kementerian Perindustrian Nilai SIG Layak Jadi Teladan Industri Hijau Nasional
Didukung SIG, Sekolah Perempuan di Padang Sukses Kembangkan Bisnis Jamur Tiram
SIG Manfaatkan Digitalisasi dan AI untuk Menjamin Distribusi Bahan Bangunan Tetap Lancar
Program Bumi Kartini SIG Hadirkan Dampak Besar bagi Masyarakat Desa Ngampel, Blora