Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menjalankan berbagai inisiatif seperti penghijauan kawasan bendungan dan penanaman sebanyak 5.000 pohon untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Tak hanya itu, pembangunan jembatan desa dan akses jalan bagi masyarakat juga menjadi bagian dari upaya peningkatan konektivitas lokal.
Baca Juga: Pertamina Gelar Bootcamp AJP di Jawa Tengah dan DIY untuk Dorong Karya Jurnalistik Berkualitas
Di sisi lain, perusahaan turut memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan lebih dari 475 tenaga kerja dalam proyek ini, yang sebagian besar direkrut dari wilayah NTB.
Rampungnya Bendungan Meninting menandai sebuah tonggak penting dalam perjalanan pemerataan pembangunan di Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat infrastruktur dasar di wilayah timur, proyek ini adalah contoh nyata bagaimana negara hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat: dari petani hingga pelaku UMK, dari rumah tangga hingga ekosistem pariwisata.
Baca Juga: PTP Nonpetikemas Dukung Pendidikan Inklusif Lewat Bantuan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
“Kami percaya bahwa setiap infrastruktur yang kami bangun bukan sekadar konstruksi, melainkan fondasi bagi pemerataan dan kesejahteraan. Proyek seperti Bendungan Meninting membuktikan bahwa pembangunan hadir untuk menjangkau yang selama ini tertinggal,” tutup Adjib.***
Artikel Terkait
Hutama Karya Siap Bangun Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut, Pacu Konektivitas IKN dan KEK Batulicin
Hutama Karya Selesaikan Pembangunan 6 Sekolah di Jakarta, Siap Sambut Tahun Ajaran Baru 2025/2026
Hutama Karya Perkuat Akses Pelabuhan lewat Proyek Strategis NPEA Seksi 1
Hutama Karya Tingkatkan Pengendalian Lingkungan di Proyek Gedung Kanker RSUP Dr. Kandou Manado
Hutama Karya–KAKAK Dorong Surakarta Menuju Kota Layak Anak