Fadjar menegaskan, “Bantuan ini diharapkan dapat memberikan solusi terintegrasi untuk pelestarian kawasan pesisir secara berkelanjutan, tidak hanya mengembangkan mangrove akan tetapi juga mengelola sampah yang ada di kawasan pesisir dari hulu hingga hilir.”
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 13 mengenai penanganan perubahan iklim, dan poin 14 terkait ekosistem lautan.
Pertamina berkomitmen tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan yang sehat.***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Kalimantan Timur Sosialisasi Pengeboran Dua Sumur Migas di Penajam Paser Utara
STI 2025: Pertamina Drilling Pamerkan Rig Merah Putih untuk Dorong Swasembada Energi Nasional
Pertamina Bangun Gedung Rekayasa Molekular dan Material Fungsional di ITB, Dorong Inovasi Pendidikan dan Riset Nasional
Efisiensi Energi Tercapai, RSUP Hasan Sadikin Kini Gunakan Gas Pertamina
Pertamina EP Cepu Buktikan Kelas Dunia, Satu-satunya Migas Indonesia di Top 10 International Safety Awards 2025