Selain manfaat lingkungan, program ini juga memberi dampak positif bagi sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Satu Jam di Atas Rel, Kereta Wisata Heritage Ambarawa Kini Lebih Hemat di Bulan Kemerdekaan
Sebanyak 300 warga dari kelompok perikanan, budidaya, UMKM, dan Pokmaswas ikut terlibat aktif dalam penanaman dan perawatan terumbu karang, yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sebagai kawasan konservasi, Bangsring menarik rata-rata 3.000 wisatawan per bulan untuk menikmati keindahan laut dan belajar tentang pelestarian ekosistem laut.
Guritno, perwakilan satuan pengawas internal LMI, menekankan pentingnya langkah ini bagi generasi mendatang. “Kami ingin memastikan anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati laut yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Bagi PERURI, keterlibatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14 tentang Ekosistem Laut.
Ke depan, PERURI akan terus berpartisipasi dalam inisiatif rehabilitasi pesisir, termasuk restorasi mangrove dan terumbu karang, untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelepasan bibit terumbu karang ke laut oleh seluruh peserta bersama kelompok masyarakat setempat.
Langkah ini diharapkan menjadi pemicu gerakan lebih luas untuk melestarikan laut, memberdayakan masyarakat pesisir, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. ***
Artikel Terkait
Apresiasi untuk Transformasi SDM, PERURI Sabet 5 Penghargaan HCREA Sekaligus
PERURI dan Kemendes PDT Sepakat Dorong Akselerasi Digitalisasi Desa
PERURI Latih Pelaku UMKM Kemampuan Public Speaking yang Efektif dan Berdampak
PERURI dan JAMDATUN Jalin Sinergi untuk Perkuat Kepastian Bisnis Berkelanjutan
Peruri Own Voice: Angkat Suara Karyawan sebagai Sumber Kekuatan Perusahaan