Tak kalah penting, fungsi pengendalian banjir melindungi ribuan keluarga dari ancaman bencana, sementara penyediaan air bersih dan energi terbarukan dari PLTA mendukung kualitas hidup, elektrifikasi nasional, serta pengurangan emisi karbon.
“Jika rampung, sejumlah proyek ketahanan pangan yang sedang on going dibangun Hutama Karya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat mulai dari mengairi lebih dari 41 ribu hektar daerah irigasi bagi lahan pertanian wilayah timur dan barat Indonesia; mereduksi banjir, serta berpotensi sebagai penyedia energi terbarukan yang dapat menerangi hingga lebih dari 55.000 rumah di wilayah Maluku, Gorontalo, hingga Sumsel,” tutup Adjib.
Hutama Karya berkomitmen terus mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang berfokus pada ketahanan pangan, konektivitas, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kontribusi ini sejalan dengan target pemerintah bahwa 7,2 juta hektar lahan irigasi teknis akan menyumbang 89% produksi padi nasional dengan pertumbuhan produksi mencapai 6,64%.***
Artikel Terkait
Hutama Karya Uji Kelayakan Tol Tempino–Ness, Pangkas Waktu Tempuh Palembang–Jambi Jadi 2,5 Jam
Proyek Bendungan Bulango Ulu Capai 87%, Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Terbarukan di Gorontalo
Hari Gajah Internasional: Hutama Karya Perkuat Perlindungan Pergerakan Gajah Sumatra di Sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra
Hutama Karya Fasilitasi 792 UMKM di Rest Area Trans Sumatera untuk “UMKM Maju Berkelanjutan”
Hutama Karya Rampungkan Tol IKN Seksi 3A, Percepat Perjalanan Balikpapan–IKN Jadi Hanya Satu Jam