Mantan Direktur Utama PTPN V yang sekarang disebut PTPN IV Regional III itu kemudian mengakui bahwa pihaknya memiliki tugas khusus mengenai PSR, yang sejatinya nyata dijalankan secara konsisten sejak dirinya memimpin PTPN V Riau tahun 2019 silam.
“Ada berbagai ‘jalan’ yang kami siapkan dalam program yang disebut PTPN untuk sawit rakyat. Pertama, jika ingin bermitra penuh dengan single manajemen, bisa. Kedua, ingin membeli bibit (sawit unggul bersertifikat) saja secara swadaya, juga bisa.
Baca Juga: 80 Tahun Kemerdekaan RI, Hutama Karya Hadirkan 22 Rumah Sakit dan 12 Fasilitas Pendidikan
"Yang ketiga, offtaker dengan pendampingan perusahaan, dimana kita tetap membantu mengurusi PSR nya, bisa. Dan terakhir, memberikan pelatihan-pelatihan kepada petani dan kelembagaannya,” ungkap Jatmiko menjelaskan.
Menurutnya program yang dijalankan tersebut, telah berbuah manis bagi petani sawit yang di Provinsi Riau dan dirinya ingin hal ini, disampaikan pula kepada seluruh petani yang ada di Indonesia.
“Maka terima kasih kepada Regional III yang menginisiasi acara silaturahmi di bulan kemerdekaan ini dan dapat dijadikan wadah untuk menyebarkan informasi ke petani-petani di Regional lain di berbagai pulau dan provinsi,” ucapnya.
Baca Juga: Pensiunan Guru Jadikan Manfaat Pensiun TASPEN untuk Buka Lapangan Kerja Baru di Tomohon
Sejumlah petani yang hadir membagikan pengalaman mereka pasca bermitra dengan PalmCo.
Dista Khoesnul, petani sekaligus pengurus KUD Tunas Muda mengaku hidupnya berubah sejak bermitra dengan PalmCo.
“Dulu penghasilan pas-pasan, sekarang saya bisa menyekolahkan anak sampai sarjana,” ucapnya.
Baca Juga: LRT Jabodebek Catat 78 Ribu Penumpang di HUT ke-80 RI Berkat Tarif Spesial
Sama halnya dengan Hadianto, Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya yang berada di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu, mengukukuhkan single manajemen yang dijalankan PalmCo memang layak mendapat prediket the best role model dari Kementerian Pertanian.
“Luar biasa bermitra dengan PTPN IV PalmCo. Kita dikawal dari awal, mulai dari proses proposal sampai seluruh proses peremajaan (replanting) hingga menghasilkan. Janji bapak untuk menjamin produksi dan menggantinya jika di bawah standar, terbukti pak,” sebut Hadi.
Ia menjelaskan, di Tanaman Menghasilkan Tahun Pertama mencapai 18 ton per hektar per tahun, TM II 21 ton dan TM III mencapai 23 ton.
Baca Juga: Loker BUMN PT MUM! Lowongan Account Officer di Jawa Barat, Jangan Sampai Terlewat
Artikel Terkait
PalmCo Bangkitkan Kejayaan Teh Nasional Lewat Strategi Turn Around
Serunya PalmCo Goes to School di MAN 2 Pekanbaru, Puluhan Pelajar Antusias
Distribusi Daging Kurban PTPN IV PalmCo Menjangkau Berbagai Penjuru Nusantara, Totalnya hingga 61 Ton
Dirut PalmCo Ingin Produksi CPO Naik, Regional III Diberi Tantangan Baru
PTPN IV PalmCo-Aiken Jepang Targetkan PTBg Cofiring Commisioning Akhir Tahun