Hal ini berbeda dengan standar beras impor yang masuk stok CBP, yang memiliki derajat sosoh 100% dan broken hanya 5%.
Baca Juga: Sukses Jaga Jaringan, Telkom Akses Dukung Kelancaran Upacara HUT RI ke-80 di Jakarta
Walaupun terdapat perbedaan kualitas, beras CBP dari hasil serapan petani dalam negeri dipandang sebagai wujud nyata jerih payah anak bangsa yang harus dihargai.
BULOG dan YLKI juga menyoroti tiga isu penting dalam permasalahan pangan, yakni (i) penguatan promosi beras petani dalam negeri sebagai bentuk nasionalisme konsumen, (ii) diversifikasi sumber karbohidrat dengan mengutamakan pangan lokal, dan (iii) penerapan pola gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”.
Ketiga isu ini dinilai perlu menjadi kampanye bersama seluruh pihak.
Baca Juga: Debut SAF Pertamina, Pesawat Lepas Landas Pakai Minyak Jelantah
Dengan adanya audiensi ini, BULOG kembali menegaskan komitmennya sebagai penopang utama cadangan pangan pemerintah sekaligus mitra konsumen dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Implementasi Inpres 6/2025 diharapkan tidak hanya meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pangan negara. ***
Artikel Terkait
Bulog Peduli Gizi Bidik Desa Terpadat di Kabupaten Tegal, Fokus Perangi Stunting
BULOG Salurkan Banpang dan Gelar Gerakan Pangan Murah di Papua, Pastikan Harga Stabil dan Bantuan Tepat Sasaran
SPHP BULOG Tekan Harga Gabah dan Beras Menjelang HUT RI ke-80
Jelang HUT ke-80 RI, Program SPHP BULOG Tunjukkan Hasil, Harga Pangan Sudah Terkendali
Jaksa Mandiri Pangan: Sinergi Kejaksaan RI dan BULOG Dorong Swasembada Pangan Nasional