80 Tahun Indonesia Merdeka: Hutama Karya Hadirkan 50 Proyek Konektivitas dari Barat ke Timur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Hutama Karya rayakan 80 tahun kemerdekaan dengan 50 proyek konektivitas nasional. Dari Trans Sumatera hingga IKN, infrastruktur dorong ekonomi & layanan publik. (Dok. Hutama Karya)
Hutama Karya rayakan 80 tahun kemerdekaan dengan 50 proyek konektivitas nasional. Dari Trans Sumatera hingga IKN, infrastruktur dorong ekonomi & layanan publik. (Dok. Hutama Karya)

Salah satunya Tol Bali–Mandara sepanjang 12,7 km yang mempermudah mobilitas wisatawan dan logistik pendukung.

Tol Cawang–Priok menjadi proyek penting karena pertama kali menerapkan teknologi Sosrobahu, yang kemudian diadopsi di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Menginap di Atas Bukit Bali Timur, Bangun Tidur Disuguhi Laut dan Gunung

Kontribusi lain juga terlihat di Kalimantan Timur melalui proyek jalan strategis untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Beberapa paket konstruksi di wilayah ini dirancang sebagai simpul mobilitas orang dan barang di pusat pemerintahan baru, sekaligus memperkuat konektivitas dengan pusat ekonomi sekitar.

Jembatan sebagai Ikon dan Akses Ekonomi

Baca Juga: WSBP Perkuat Pondasi Sekolah Tzu Chi PIK 2, Proyek Tembus 55%

Portofolio jembatan Hutama Karya menampilkan karya besar di berbagai daerah. Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur, dengan teknologi Cable Stayed sepanjang 804 meter, mempercepat mobilitas antarkawasan.

Jembatan Suramadu menyatukan Jawa dan Madura, membuka peluang ekonomi lebih luas.

Di Kalimantan Selatan, Jembatan Rumpiang sepanjang 753 meter menjadi ikon Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan Jembatan Youtefa di Papua berfungsi ganda: sebagai sarana transportasi dan destinasi wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga: Lomba Karya Jurnalistik Perum BULOG 2025 Masih Berlangsung, Segera Kirimkan Karya Terbaikmu dan Raih Hadiah Ratusan Juta

Akses Jalan Nasional dan Daerah

Hutama Karya juga memperkuat jalan nasional untuk mengurangi keterisolasian wilayah.

Ruas Muri–Kwartisore di Papua Barat sepanjang ±16 km membuka akses kampung terpencil, sementara koridor Balikpapan–Samarinda di Kalimantan Timur memperlancar pergerakan orang dan barang.

Baca Juga: KAI Warnai Stasiun Solo dengan Aksi Hijau, Pelanggan Bawa Pulang Eco-Enzyme hingga Benih

Di Jawa Timur, peningkatan akses menuju Jolosutro–Sendangbiru dan konektivitas Kalimujur–Jember–Lumajang mendukung sektor pariwisata dan distribusi hasil pertanian.

Di level internasional, pengalaman juga dibuktikan melalui pembangunan jalan di Timor Leste.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini