Baca Juga: Telkomsel Undi-Undi Hepi Agustus 2025: Saatnya Pelanggan Jadi Pemenang
Rencana 2025–2045: Keberlanjutan dan Smart Infrastructure
Ke depan, Hutama Karya menargetkan penyelesaian seluruh jaringan JTTS sebagai arteri logistik utama Sumatra.
Ruas-ruas strategis seperti Kayu Agung–Palembang–Betung dan Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru sedang digarap untuk mendukung konektivitas penuh.
Baca Juga: Bermain ke Curug Pete, Hidden Air Terjun di Baturraden yang Airnya Sebening Kaca
Selain itu, proyek Trans Papua juga menjadi prioritas, termasuk pembangunan Segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km.
Teknologi smart infrastructure berbasis Internet of Things (IoT) akan diterapkan untuk monitoring real-time dan pemeliharaan prediktif, dengan target efisiensi hingga 25%.
Komitmen ramah lingkungan juga ditekankan dengan target net zero emission 2060, sekaligus memperkuat peran UMKM dan tenaga kerja lokal.
Baca Juga: PHE Tegaskan Proyek CCS/CCUS Lebih Bankable Lewat Strategi Manajemen Risiko
Adjib Al Hakim menutup dengan menegaskan, “Kami berfokus pada hasil yang dirasakan masyarakat. Infrastruktur harus mempermudah hidup, mendorong usaha, dan memperkuat layanan publik."
"Dengan kolaborasi pemerintah pusat–daerah, BUMN, swasta, dan masyarakat, kami melanjutkan kerja-kerja konektivitas menuju Indonesia yang Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
***
Artikel Terkait
Hutama Karya Rampungkan Tol IKN Seksi 3A, Percepat Perjalanan Balikpapan–IKN Jadi Hanya Satu Jam
Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat 42 Proyek Infrastruktur Air di Momen 80 Tahun Kemerdekaan RI
80 Tahun Kemerdekaan RI, Hutama Karya Hadirkan 22 Rumah Sakit dan 12 Fasilitas Pendidikan
Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota: Perpaduan Desain Kontekstual dan Konektivitas Mod
Hutama Karya Selesaikan Dermaga TBBM Tanjung Batu, Perkuat Distribusi BBM di Indonesia Timur